Antara Botol dan Drum


Dari judulnya, terkesan sok misterius gimana gitu, hehe. Padahal mah biasa aja, ga semisterius keberadaan Olga (Alm) dari mulai sakit sampai kemarin meninggal kok. Semoga Allah mengampuni segala dosa beliau, amin. Intinya, judul dan isinya memang berhubungan kok.

Jadi, tentang apa dong ini postingan? Sabar brosis. Simpel aja sih, yang ringan-ringan aja kok. Ini mah tentang pom bensin ‘swasta’ yang banyak bertebaran di Batam. Bukan, bukan Shell, Petronas, atau merk2 minyak luar negeri kok. Di Batam insya Allah satupun belum ada SPBU luar. Lantas, apa dong? Ya itu dia, pom bensin botol dan drum. Yang kedua ini, akhir-akhir ini lebih populer karena semakin banyak. Bahkan, yang awalnya jualan pake botol pun banyak yang beralih memakai drum plus pompanya. Mereka menyebutnya, Pertamini. Haha, lumayan kreatif, plesetan dari BUMN minyak kita, Pertamina. Mungkin karena ukurannya lebih kecil dari SPBU Pertamina resmi kali ya, jadi minanya berubah ‘mini’. Padahal, mina disana adalah singkatan dari minyak negara loh. Jadi, kalau mini, berarti minyak nigiri ya?๐Ÿ˜€

Sebetulnya, sewaktu masih di Bandung, banyak juga kok pom swasta botolan seperti di Batam ini. Cuma, yang membedakan adalah walaupun botolan, tapi di Bandung tetap satuannya literan. Lebih jelasnya, per botol rata2 isinya 1 liter dan harganya berkisar lebih mahal 500-1000 rupiah lebih mahal dari harga resmi per liternya. Ini wajar, namanya kan jual beli harus ada laba.

Namun demikian, bedanya, di Batam dan Kepri umumnya (tak tau ya di tempat lain), saya agak terheran dan terkejut, lah, biasa aja kali๐Ÿ˜€, karena ternyata di pom swasta botolan itu itungannya per botol kemasan air mineral 1,5 liter. Jadi, isinya bisa pas 1,5 liter, atau bisa kurang. Tergantung yang jual. Sebagai contoh, waktu premium 6500, umumnya per botol dijual 13.000. Berarti dia dapat untung Rp 3.250 per botol (bukan liter). Darimana itu? Itung aja, 6.500 x 1,5 didapat 9.750 kan hehe. Lumayan juga ya untung sebotolnya. Dibanding botolan di bandung, kalau 2 liter aja paling dapat 2000. Ini, 1,5 liter per botol dapat untung 3250.

Kalau sehari terjual 10 botol aja, udah dapat 37.500, sambil duduk aja. dan biasanya, pom botolan ini bukan usaha inti. Biasanya sampingan dari warung pinggir jalan, tambal ban, atau usaha lainnya. Namun, akhir-akhir ini, pom botolan banyak ditinggalkan konsumennya. Tak lain dan tak bukan, ini karena kehadiran pertamini itu tadi.

Okay baydewey, di Batam ini, saat ini antrean pom bensin khususnya motor, sudah mengular panjang, terutama di jam sibuk. Oleh karena itu, pom ‘swasta’ tadi jadi alternatif agar tidak ngantre. Dengan resiko, ya bayar lebih karena harganya mahalan dikit. Tapi, harga botolan yang agak sedikit keterlaluan dan persaingan ketat diantara para pengusaha pom swasta botolan menuntut mereka lebih kreatif.

Pertamini, yang di daerah lain sudah lebih dulu populer, baru beberapa bulan ini ramai di Batam. Semula sih saya lihat pertama kali di depan Genta, Batuaji dan di Sadai, Bengkong. Yang di Genta bahkan hanya beroperasi malam saja waktu itu, mungkin masih malu-malu kayanya. Tapi sekarang, bukan cuma di Genta, hampir di seluruh Batam bertebaran Pertamini.

Pertamini

Sekarang, nampaknya kios bensin mini ini lebih dilirik dan lebih ramai daripada yang botolan. bagaimana tidak, kemarin, sewaktu harga bensin di Batam 6800 per liter, pertamini ‘hanya’ 7500. Berarti selisih sedikit, hanya Rp 700. Bandingkan dengan botolan yang masih 13.000. Selisih per liter bisa sampai Rp 1800 (asumsi per botol 1,5 liter). Jadi, nasib botolan bagaimana? Mau tak mau, mereka ga mungkin demo. Mau ngedemo siapa coba? Akhirnya ya perlahan, para botolers beralih juga menjadi drummers (halah, kan pake drum)๐Ÿ˜€

Bensin botolan

Emang iya sih, d Batam, masyarakat, terutama para pengusaha bensin botolers harus dibiasakan dan dididik bahwa satuan bensin ya masih per liter, bukan per botol. Saya sebagai masyarakat pengguna bensin ya ga senang ga sedih (baca: biasa aja) dengan hadirnya pom mini ini. Ya soalnya alhamdulillah saya hunting bensin selalu jam sepi, kalau ga pagi buta, ya malam agak larut haha, biar ga antre panjang. Tapi bila kepepet, ya pasti pilih pertamini dong, jauh bedanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s