Stiker Batamindo?


stiker
Hari senin 2 maret 2015,terjadi kemacetan yang lumayan panjang di semua pintu masuk kawasan Batamindo Batam, hal ini di sebabkan oleh aturan baru dari pengelola kawasan yang mewajibkan semua kendaraan yang masuk harus memiliki stiker pengenal.
Karyawan dari sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Batamindo (BIP) mengeluhkan penerapan stiker kawasan oleh pengelola mulai hari Senin (2-Maret-2015) ini. Aturan tersebut dibarengi pula dengan diwajibkannya ribuan karyawan memiliki stiker tersebut sebagai tanda masuk yang sah ke kawasan BIP.

Dengan kewajiban tersebut, artinya karyawan terpaksa mengeluarkan dana tambahan untuk membeli stiker. Untuk kendaraan roda dua, pengelola memberikan tarif Rp15.000 per striker, dan roda empat angkutan Umum sebesar Rp50.000. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki kendaraan tapi tidak memiliki stiker, maka tidak akan diperkenankan memasuki kawasan industri itu.

Sementara, staf manejemen perusahaan di salah satu tenan di kawasan BIP mengaku keberatan dengan aturan tersebut, dan berdampak pada proses produksi di perusahaan karena banyak karyawan yang tidak memiliki stiker dan terpaksa berjalan kaki.
“Aturan tentang ini jelas berdampak buruk bagi iklim usaha,” ujar staf yang minta namanya tidak ditulis itu.

Menurut dia, seharusnya, pengelola terlebih dahulu melakukan survei dan mencari informasi aturan yang diterapkan di kawasan industri lainnya yang ada di Batam. Pasalnya, kata dia, ada kawasan industri di Batam yang memberikan stiker tanda masuk secara gratis.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa tujuan dari untuk penerapan stiker ini untuk menjaga keamanan. Namun, hal tersebut masih kurang tepat mengingat masing-masing karyawan sudah dibekali kartu identitas (badge) dari perusahaan masing-masing.

“Kartu pengenal setiap karyawan dilengkapi dengan foto. Dan tentunya, perusahaan tidak sembarangan untuk mengeluarkan kartu pengenal itu,” ujarnya.

Sementara sopir Carry yang tidak memiliki dokumen seperti SIM dan STNK yang sudah di perbaharui mengaku memilih membeli melalui oknum dengan harga yang sudah di mark up sebesar 130 ribu rupiah.
“Ini paling hangat-hangat taik Ayam saja, nanti kalau setorannya sudah penuh, paling tak ada lagi pemeriksaan, tahulah kita semua”. Ujar salah satu sopir Angkot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s