Khitan pada bayi perempuan


Assalamualaikum…Istri saya baru saja melahirkan anak pertama kami Jumat, (10/11) yang lalu. Ketika umur seminggu, saat check up, saya minta pada dokter anak untuk mengkhitan anak kami, dikatakan bahwa saat ini secara medis dihimbau untuk tidak lagi mengkhitan bayi perempuan. Karenanya jadi timbul pertanyaan: 1. Bagaimana hukumnya khitan pada bayi perempuan? Apakah selama ini hanya tradisi saja? 2. Bagaimana cara khitannya? Apa yang dikhitan? 3. Bila tidak dikhitan, apa alasan paling tepat untuk menjelaskan pada masyarakat? Terima kasih atas penjelasannya.

Assalamualaikum,

Anwar

Anwar Sadat di Tangerang

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah..

Pertama saya ucapkan selamat berbahagia atas kelahiran putri pertama, mudah-mudahan menjadi anak yang sholehah dan bakti pada kedua orangtua.

Menurut Imam Syafii (Madzhab Syafiiyah) khitan bagi laki-laki dan perempuan wajib hukumnya. Menurut pendapat yang lain tidak diwajibkan untuk perempuan.

Untuk khitan perempuan yang dibuang sedikit yang terdapat di atas kemaluannya, boleh diwaktu masih kecil atau sudah dewasa, hikmahnya adalah untuk kebersihan dan lebih menjaga kesucian dan tidak akan menyakitkan.

Menurut pendapat Maliki dan Hanafi tidak boleh khitan untuk perempuan dikarenakan untuk suatu kenikmatan bersetubuh. Sedangkan menurut Madzhab Syafiiyah untuk mengontrol tingginya syahwat
untuk perempuan.

Wassalamu’alaiakum

One thought on “Khitan pada bayi perempuan

  1. wah…saya udah apa belum,ya?
    apa bedanya antara yang enggak dan yang di khitan secara fisiknya?
    maaf, kan kalau pria pasti berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s