TENTANG DIRIKU

Assalamualaikum.. Retanaya adalah nama anakku yang ketiga .Saat ini saya berada di kota Batam, yang kata orang banyak maksiat di sini pun demikian aku rasakan. meski tak sedikit pula aktifitas Religi di sini..Umat Islam yang aku lihat berlomba untuk saling belajar agama,yang mungkin di kampungnya hal itu masih jarang mereka temui..sama halnya diriku Aku di lahirkan tanggal 26 juni .jam4.05 pagi di sebuah desa kecil di pinggiran kota Tulungagung. Ayahku  seorang Pedagang,demikian juga ibuku. Hidup dalam suasana kesederhanaan membuatku semakin menghargai akan pentingnya Perhatian orangtua .Semasa kecil hingga SMU Aku habiskan semua waktu di kota ini. Aku anak kedua dari 4 bersaudara,Sekolah dasar ku jalani dengan gembira di SDN Bendo1.Kelas 6 SD adalah puncak semua masa kecilku.. disini aku di angkat jadi ketua kelas. komandan upacara, pembaca teks UUD 1945,juara kelas dan ikut berbagai lomba kecerdasan(meski tak ada satupun yang menang).lengkap sudah…kebahagiaan itu. Paryatin..(dimana kini engkau berada) pernah ku anggap sebagai pacarku. dan pada acara perpisahan kelas 6 SD , dia menjabat tanganku (selamat tinggal ri..bisiknya dekat sekali ke telinga sampai sampai rambutnya yang wangi tercium di hidung) Mungkin kalo waktu di putar ulang aku ingin memeluknya kali…(ha..ha.. Norak). Masa SMP Masa ini adalah masa yg menyedihkan, bayangkan aku harus beradaptasi dengan anak-anak orang kaya -kaya semua.dan tak sedikit dari mereka yang agak sombong Prestasikupun merosot tajam,tapi alhamdulillah masih di atas rata-rata.kelas 1 dan 2 Smp..berlalu begitu saja seakan aku berharap kapan semua ini berakhir..aku merasa minder harus begaul dengan mereka para anak-anak orang kaya ini..memang SMP tempatku sekolah adalah SMP favorite di kotaku hingga tak heran banyak sekali yang Berlomba untuk bisa sekolah di situ.kelas 3 SMP aku mulai bisa beradaptasi dengan kawan2 baru. juga suasana baru .prestasikupun lumayan bisa di banggakan.Hal ironis justru terjadi pada Andoko adikku,karena pada saat yang sama ia masuk kelas 1 SMP,tapi karena salah pergaulan atau mungkin lepas kontrol dari orangtua, prestasinya terpuruk,sering absen,dan akhirnya drop out.ngga banyak yang bisa kuperbuat selain menyesali sikap kedua orangtuaku,tentunya juga adikku sendiri.Memang di kampungku sekolah adalah sesuatu yang langka.rata-rata pemudanya memang lulusan SD semua.Memang ada juga yg bisa sekolah sampai tinggi itupun karena orangtuanya kaya raya.sedangkan kami buat makan saja susah,apalagi sekolah.Sedangkan Nasib Kakakku lebih tragis lagi dari adikku,ketika dia tamat SMP pada saat yang sama aku naik kelas tiga,Andoko Masuk SMP,Sulis masih kelas 3 SD.Bayangkan betapa bingung orangtuaku pada saat -saat itu. butuh biaya yang lumayan besar untuk ke empat anaknya agar terus bisa sekolah, Kakakku kelihatannya memang semangat sekali untuk terus sekolah melanjutkan ke STM Beberapa kali aku lihat dia membawa brosur sebuah Sekolah Swasta karena Nemnya tidak cukup untuk masuk ke sekolah Negeri.tapi keinginan tinggal keinginan karena kedua orangtuaku memilih menyerah dan kakaklah menjadi korbannya. Aku bisa merasakan kesedihan yang luar biasa di rasakan oleh alm.kakakku, ketika dia di nasehati oleh ortu agar dia mengalah untuk adik-adiknya.Keesokan hari Bapak membelikan Obrok(keranjang besar yang di taruh di belakang sepeda dan terbuat dari anyaman bambu)untuk Kakak buat jualan tempe, aku ngga bisa membayangkan perasaannya ketika pemuda seusianya tengah berangkat kesekolah bersama-sama,ia harus berangkat ke pasar, berjualan untuk membantu orang tua. Tapi orangtuaku ngga setega itu,uang hasil jualan tempe di simpan semua oleh kakakku,orangtua tak ada meminta sepeser pun. Bosan berjualan tempe kakak lalu merantau bersama paman ke Jakarta .kabarnya bekerja di Tempat sorting kertas. sesekali pulang kampung untuk melepas kerinduan pada keluarga. Setahun berikutnya adikku andoko menyusul ke Jakarta karena dia sudah Drop up dari sekolah dan tiap hari kena marah terus sama ibuku..tinggallah aku sendiri (kelas 1 STMN Tulungagung )dan Sulis kelas 3 SD. dalam hatiku aku merasa ngga enak pada kedua saudaraku tsb, di saat mereka kerja walaupun untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,aku malah enak-enak sekolah ,bermain bersama kawan-kawanku.Sering di kesunyian malam aku ngga dapat tidur memikirkan mereka berdua,hingga tak terasa airmataku tiba2 meleleh.. MASA STM Aku dulu ngga tahu kalau di STM itu punya berbagai macam kejuruan, yang aku tahu STM itu adalah Sekolah teknik mesin (bukannya Sekolah Technologi Menengah)Sehingga aku sempat bingung harus Pilih Jurusan apa. (orang tuaku juga ngga menjelaskan, maklum mereka hanya tamatan SD, Bapak juga ngga pandai baca tulis, paling nulis namanya sendiri saja dia pandai)Akhirnya aku pilih Jurusan Listrik Instalasi (ikut-ikutan sama Kawanku)..bergaul dengan teman-teman yang semuanya cowok emang mengasikkan ..ngga ada istilah tabu tuk di dengar, makanya jika ada teman yang ngomong jorok di sekolah merupakan hal biasa buat ku kelas 1 sampai kelas 3 kami satu kelas terus  berbeda waktu SMP dulu, tiap kenaikan kelas pasti di acak terus, sehingga kekompakannya sangat kurang. Prestasiku di STM biasa -biasa saja meskipun waktu masuk dulu nilai Nem Ku masuk Lima besar.mungkin karena pengaruh kawan-kawanku yg kebanyakan pada bandel. bolos sekolah merupakan hal yang paling aku benci,karena pernah waktu aku bolos aku teringat kedua orangtuaku yang telah bersusah payang mencari uang untuk menyekolahkanku. Kelas 2 Stm kami sering main bareng ,camping gabungan dengan anak SMA2 seru banget pokoknya.pernah kami camping di daerah perbatasan pacitan,seharian penuh kami jalan kaki keluar masuk hutan,kelaparan,kehausan, kami minum dari air hujan dan makan cuman buah kelapa,takut juga tersesat waktu itu..untunglah kami selamat semua.akhirnya dengan bersusah payah aku lulus STM dengan nilai yang membanggakan,tapi semua keliatannya tidak akan berguna karena ngga ada gambaran untuk melanjutkan sekolah yang lebih tingggi lagi..Setelah tamat STM,satu bulan tepatnya saudara bapakku datang dari Batam.Tiga hari kemudian mereka ngasih tahu, kalo aku harus ikut dengannya ke BATAM..Aku blom menanggapi sama sekali,karena pada waktu bersamaan aku sedang menunggu hasil testku di sebuah radio di Tulungagung,juga menunggu informasi lowongan kerja di Metropol.Bersamaan itu pula aku lagi jadian sama AnisImage004

(Entah di mana dirimu berada …hampa terasa hidupku tanpa dirimu..kayak lagunya Ari lasso aja) Seorang gadis sederhana dan bersahaja.hingga kepergianku ke batam inilah yang akhirnya memisahkan kami. Kabar terakhir yang aku terima waktu pulang kampung tahun 1998 kemarin dia pergi merantau menjadi TKI ke Hongkong.. September 1996 ku injakkan kakiku pertama kali di Batam…tujuanku ke sini adalah menjemput rizki,meringankan beban orang tuaku juga buat melanjutkan cita-citaku tuk sekolah yang lebih tinggi lagi.. Maka bersyukurlah dirimu jika mempunyai orangtua yang mampu untuk menyekolahkan kalian sehingga kamu tidak perlu merasakan seperti yang ku rasakan..sebulan kemudian bekerja di salah satu perusahaan di mukakuning,Batam..tiga tahun berikutnya segera menikah dengan gadis padang yang sangat aktif menurutku (kata lain dari tomboy),satu tahun setengah berikutnya punya anak (januari 2000),satu tahun berikutnya mulai kuliah yang hanya bertahan sampai semester 4,karena keuangan ngga mampu lagi akhirnya jebol…dan sampai saat ini masih terdampar di Pulau kalajengking ini..Help me..aku ingin pulang

4 Comments Add your own

  • 1. Fathur rijal  |  November 1, 2007 at 12:35 pm

    assalamu`alaikum Wr.Wb
    Aq salut sama ` yang punya keberanian dalam mengarungi kehidupan di negeri maksiat. cuma aku punya saran dan harapan g` apa2 hidup di tempat maksiat asalkan mba` jangan ikut-ikutan maksiat and melupakan Tuhan. ingat nabi musa yang hdup di keluarga fir`aun yang mengaku jadi tuhan tapi musa tetap menjadi orang yang sholeh dan pemuda pemberani.
    wassalam. moga2 penjenengan betah di negeri orang !!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply
  • 2. Agus hermant  |  November 2, 2007 at 5:39 am

    Lam kenal areta! Aq dr mlang! Mg aja qm smakin sukses d batam

    Reply
  • 3. Ria Saptarika  |  October 5, 2008 at 3:29 pm

    Saya agak kecewa mendengar Batam disebut Kota Maksiat, Kayaknya ngak adil kalau hanya ditinjau dari satu sisi.
    Contoh:
    Beberapa tahun lalu saja di salah satu Masjid di kawasan Industri Muka Kuning, pernah mengumpulkan Infaq Ramadhan menembus Rp.1Milyar, tahun ini di Seluruh Masjid di Kota Batam telah berhasil mengumpulkan Wakaf , Infaq & Sadaqah sejumlah Rp.13Milyar.

    Itu baru satu indikator bahwa nuansa dan ketaatan masyarakat Batam dalam menerapkan Islam cukup luar biasa… Banyak Indikator lain yg bisa diberikan sebenarnya.

    Semoga apa yg saya sampaikan disini dapat menjadi pencerahan bagi kita.
    Wassalam
    Ria

    Reply
  • 4. afa  |  January 30, 2009 at 12:39 pm

    assalamualaikum……
    lam kenal, critamu buat aku tersentuh dech, ternyata bkn aku aja yg paling sengsara dlm dunia ini,
    thx ya ………
    wassalam…

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed