<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Retanaya</title>
	<atom:link href="http://suhari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suhari.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Kecil tentang Pemikiranku..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 07:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='suhari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16dc864959da361200d383adcf3165f8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Retanaya</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>di tilang Polisi Jangan Panik</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/11/04/di-tilang-polisi-jangan-panik/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/11/04/di-tilang-polisi-jangan-panik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/11/04/di-tilang-polisi-jangan-panik/</guid>
		<description><![CDATA[Melalui Surat Telegram (ST), Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono menegaskan, surat tilang berwarna biru atau biasa disebut slip biru masih berlaku. Dengan slip tilang itu, pelanggar lalu lintas bisa langsung membayar denda ke bank tanpa perlu mengikuti disidang.
Pelanggar yang langsung mengakui perbuatannya akan diberi slip biru oleh polisi lalu lintas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=204&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>Melalui Surat Telegram (ST), Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono menegaskan, surat tilang berwarna biru atau biasa disebut slip biru masih berlaku. Dengan slip tilang itu, pelanggar lalu lintas bisa langsung membayar denda ke bank tanpa perlu mengikuti disidang.</h2>
<p>Pelanggar yang langsung mengakui perbuatannya akan diberi slip biru oleh polisi lalu lintas dan dapat menyetor denda ke BRI. Bukti setoran lalu dibawa ke kantor polisi untuk mengambil SIM, demikian seperti dilansir Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Sabtu (13/12/2008).</p>
<p>Namun jika pelanggar merasa tidak bersalah, dapat meminta slip merah agar dapat membela diri di pengadilan. Dengan slip ini, pelanggar harus mengambil SIM ke pengadilan setempat, lanjutnya.</p>
<p>Dalam ST tersebut, Condro Kirono juga memerintahkan agar para petugas di lapangan yang menegakkan aturan terhadap pelanggar lalu lintas untuk menghindari cara-cara arogansi/pungli karena dapat merugikan dan merusak citra dari isntitusi Polri.</p>
<p>Dengan surat tersebut, Condro berharap komplain terhadap polisi yang tidak mau memberi slip biru kepada pelanggar lalu lintas di SMS 1717 berkurang. Malah kalau bisa zero complain, kata Condro Kirono.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=204&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/11/04/di-tilang-polisi-jangan-panik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOCRATES</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/10/08/socrates/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/10/08/socrates/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 03:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/10/08/socrates/</guid>
		<description><![CDATA[SOCRATES
Socrates (469-399 BC) adalah seorang filosof Yunani. Ia dikenal luas memiliki kearifan dan kecerdasan luar biasa. Tak mengherankan jika banyak sekali pemuda pada masa itu ingin menimba ilmu darinya, entah tentang bisnis, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.
Salah seorang pemuda diantaranya dijanjikan bertemu pada pagi hari di pantai.
Sebelumnya pemuda tersebut sudah mengutarakan kepada Socrates tentang keinginannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=199&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>SOCRATES</strong></p>
<p>Socrates (469-399 BC) adalah seorang filosof Yunani. Ia dikenal luas memiliki kearifan dan kecerdasan luar biasa. Tak mengherankan jika banyak sekali pemuda pada masa itu ingin menimba ilmu darinya, entah tentang bisnis, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Salah seorang pemuda diantaranya dijanjikan bertemu pada pagi hari di pantai.<br />
Sebelumnya pemuda tersebut sudah mengutarakan kepada Socrates tentang keinginannya untuk belajar tentang bagaimana meraih kesuksesan.<br />
Merekapun bertemu di tempat yang sudah mereka sepakati.</p>
<p>Socrates langsung memerintah pemuda itu masuk ke laut sampai air laut menenggelamkan tubuh mereka sebatas leher. Tanpa memberi komando, tiba-tiba Socrates menenggelamkan kepala pemuda tersebut. Dengan sekuat tenaga pemuda itu berjuang agar kembali ke permukaan.</p>
<p>Setelah melihat pemuda itu hampir pingsan, Socrates baru mengangkatkan kepala pemuda itu. Begitu muncul di permukaan air, pemuda itu langsung menarik nafas kuat-kuat untuk mengisi paru-parunya dengan udara. Socrates lalu bertanya kepada pemuda itu, Sewaktu di dalam air, apa yang paling kamu butuhkan?</p>
<p>Udara, jawab pemuda itu singkat sambil terengah-engah.</p>
<p>Itulah rahasia kesuksesan. Jika kamu ingin sukses, harus berjuang seperti kamu membutuhkan udara di dalam air. Kamu pasti sukses! kata Socrates penuh makna sembari meninggalkan pemuda itu.</p>
<p><strong>Pesan:<br />
</strong>Sebetulnya diantara faktor-faktor terpenting untuk meraik kesuksesan adalah kemauan keras untuk berbuat sesuatu. Siapapun orangnya berpeluang menjadi orang sukses. Meskipun latar belakang pendidikan atau masa lalu seseorang tentu saja memberikan sentuhan-sentuhan peluang menjadi lebih besar.</p>
<p>Dengan kemauan yang keras, setiap orang dapat sukses di manapun dan di bidang apapun. Banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar. Manusia tidak pernah kekurangan kekuatan, tetapi kurang kemauan, Victor Hugo. Salah satu contohnya adalah Tirto Utomo yang dulu ditertawakan karena menjual air mineral dalam kemasan.</p>
<p>Berkat kemauan keras dan perjuangannya, kini usahanya menggurita seiring dengan semakin populernya air mineral dalam kemasan.<br />
Sukses sangat ditentukan oleh kuatnya kemauan dari dalam diri sendiri untuk belajar dan bekerja keras, dan meningkatkan kualitas diri. Tantangan atau kendala apapun berusaha diatasi dengan memberikan yang terbaik dan menjalani dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Kekuatan seseorang bukan datang dari kapasitas fisiknya, tetapi dari kemauan yang sungguh-sungguh, tegas Mahatma Gandhi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=199&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/10/08/socrates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Update Face Book. murah</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/cara-update-face-book-murah/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/cara-update-face-book-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 05:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/cara-update-face-book-murah/</guid>
		<description><![CDATA[dari email teman2nya teman.
Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan
Tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah..
Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan,
Cekikikan sambil melihat sesuatu yang Ada di tangannya. Bahkan saking
Asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan
Mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya. Karena penasaran, diriku
Pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=198&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>dari email teman2nya teman.</p>
<p>Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan<br />
Tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah..<br />
Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan,<br />
Cekikikan sambil melihat sesuatu yang Ada di tangannya. Bahkan saking<br />
Asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan<br />
Mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya. Karena penasaran, diriku<br />
Pun bertanya Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering<br />
Dipanggil Son AMA pelanggannya<br />
Son.. Mie ayamnya siji maning sooon..), sedang apa kok asik bener di<br />
Pojokan? tanyaku<br />
He mas ganteng( satu hal yang aku suka dari Jason adalah :<br />
Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!<br />
WADEZIG!!<br />
weehhh Njenengan fesbukan juga to?? tanyaku heran<br />
Ya iyalah mas Hareee geneee Ga fesbukan?!.. . Lagian kan lumayan<br />
Juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata Pak Hermawan<br />
Kertajaya kan dalam berdagang Kita harus selalu melakukan diferensiasi<br />
Termasuk dalam hal pemasaran mass..<br />
GLEK!! Kalah gw<br />
Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo Ada yg namanya<br />
Hermawan Kereta Jaya<br />
emang mas statusnya apa? tanyaku penasaran<br />
nih mas aku bacain :<br />
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah<br />
Kuah, beli empat gratis timbang badan Takutnya anda obesitas<br />
Segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi.<br />
Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati Ampela, usus Dan jeroan ayam<br />
Lainnya..<br />
GUBRAK!!<br />
Dua kosong untuk mas Jason<br />
Gw yg uda lama fesbukan aja Ga bisa bikin status se atraktif dia..<br />
Tapi Ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake aku kira<br />
Henponnya blekberi atau minimal nokia Seri baru yang uda bisa pake<br />
Internetan. Selidik punya selidik, ternyataa Henponnya lawas bin<br />
Jadul HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, Dan masih pake<br />
Antena luar kayak radio AM<br />
mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa<br />
Halusnya henpon lawas) Gimana caranya??<br />
Owwh.. Gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim<br />
Ke Tri? Jawab dia datar<br />
Ohh.. Mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?<br />
Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati Dia itu pacar<br />
Saya, sama-sama dariTegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam! Jadi<br />
Kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status<br />
Saya, Lha Wong dia tiap Hari di depan komputer jagain warnet. Paling<br />
Sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali Murah<br />
To<br />
Mendadak kepalaku pusing. Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus<br />
Hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler<br />
Dari mas Jason<br />
BRUK!!<br />
lho mas.. Mas Jadi beli mie ayam ndakkepriben iki?<br />
MAU UPDATE STATUS GRATIS<br />
PAKE TRI<br />
MAU???</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=198&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/cara-update-face-book-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Saya Bukan Teman Facebook Saya</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/ibu-saya-bukan-teman-facebook-saya/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/ibu-saya-bukan-teman-facebook-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 05:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/ibu-saya-bukan-teman-facebook-saya/</guid>
		<description><![CDATA[Kami tertarik dengan tanggapan Ibu Rani yang menulis komennya di www.kompas.com untuk tulisan Digital Native vs Digital Immigrant yang dimuat di kolom ini beberapa waktu lalu.
Di sana Ibu Rani mengatakan: Anak saya umurnya 20 tahun dan adalah contoh digital native karena dia memang hidup 24 jam online.saya adalah digital immigrant, orang yang mencoba untuk bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=197&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kami tertarik dengan tanggapan Ibu Rani yang menulis komennya di <a href="http://www.kompas.com">www.kompas.com</a> untuk tulisan Digital Native vs Digital Immigrant yang dimuat di kolom ini beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di sana Ibu Rani mengatakan: Anak saya umurnya 20 tahun dan adalah contoh digital native karena dia memang hidup 24 jam online.saya adalah digital immigrant, orang yang mencoba untuk bisa masuk ke dunia digitalnya anak saya Dan yang menyedihkannya, ketika coba ikut Facebook dan add anak saya (lewat friend request), dia malah ignore bukannya malah confirm.</p>
<p>Ibu Rani ternyata tidak sendirian ikut-ikutan Facebook. Seperti yang telah ditulis sebelumnya, Facebook saat ini semakin dibanjiri oleh ibu-ibu. Menurut data yang dirilis oleh Facebook sendiri, pertumbuhan tercepat populasi di situs jejaring sosial ini adalah segmen 35 tahun ke atas. Dan menurut Erick Qualman dalam Socialnomics, segmen yang juga cukup pesat tumbuhnya adalah wanita umur 55-65 tahun.</p>
<p>Ibu Rani juga bukan satu-satunya yang diabaikan oleh anaknya ketika mengirim friend request di Facebook. Karena ibu-ibu lain pun juga banyak yang di-ignore oleh anak-anaknya. Dan fenomena My Mom is My Friend, But Not My Facebook Friend ternyata menjadi fenomena global.</p>
<p>Seorang kolumnis di New York Times, Michelle Slatalla, pernah menulis tentang hal ini di harian tersebut dengan judul OMG My Mom Joined Facebook!! Di dalam artikel tersebut ditulis bahwa dinamika dunia Facebook adalah refleksi hubungan kita di dunia offline. Pengalaman yang didapatkan oleh seorang ibu di jaman sekarang ketika masuk ke dunia online lewat Facebook dan malah tidak dianggap oleh anaknya mungkin merefleksikan bahwa si ibu itu tidak menjadi bagian dari jejaring sosial anaknya di dunia offline (baca: nyata).</p>
<p>Lori Aratani menulis hal yang kurang lebih sama di Washington Post di dalam artikel berjudul When Mom or Dad Asks To Be a Facebook Friend. Di sana ditulis bahwa semakin banyak orang tua jaman sekarang yang ikut Facebook dan ternyata mereka tidak hanya add anaknya saja, tapi juga teman-teman anaknya. Banyak yang confirm friend request dari orang tua mereka. Tapi banyak pula yang ignore karena kurang sreg untuk memasuki orang tua mereka ke dalam komunitas jejaring mereka di dunia online. Bagi mereka itu seperti mengajak orang tua ikut main bareng dengan teman-teman.</p>
<p>Di dalam bukunya Me, MySpace, and I: Parenting the Net Generation, Larry Rosen mengatakan bahwa fenomena jejaring sosial dianggap oleh orang tua sebagai jendela yang transparan untuk melihat secara dekat gerak-gerik perilaku anak mereka. Makanya mereka berbondong-bondong masuk ke dunia online ini untuk seakan beraksi ibarat intel. Di sisi lain, anak-anak mereka menganggap dunia online adalah milik mereka, dan orang dewasa (terutama kaum digital immigrant) hanyalah penyusup.</p>
<p>Confirm or Ignore?</p>
<p>Internet membuat dunia semakin transparan. Di dalam situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, Plurk, dan lain sebagainya, kita bisa tahu banyak hal termasuk apa yang dilakukan, dirasakan, dikatakan oleh teman kita. Di situs tersebut, berbagai hal yang sifatnya pribadi bisa kita lihat di halaman profil mereka.</p>
<p>Ada yang sengaja membuka profilnya untuk umum. Ada juga yang membuka profilnya untuk dilihat oleh orang-orang yang telah disetujui dan dipastikan (confirmed) untuk jadi temannya. Lewat sistem seperti ini kita tidak perlu ragu menaruh data pribadi tentang diri kita. Di Facebook, contohnya, kita bisa buka-bukaan, tampil apa adanya dan merasa nyaman karena mereka yang kita konfirm adalah orang-orang yang ingin kita bawa masuk ke dunia komunitas kita.</p>
<p>Steve Jones, seorang professor ilmu komunikasi di Chicago, mengatakan bahwa selama ini ada pemikiran yang salah. Di dunia online terlihat betul bahwa orang-orang cenderung menjauhkan apa-apa yang sifatnya pribadi bukan ke mereka yang tak dikenal, tapi justru kepada orang yang mereka kenal dekat. Artinya mereka tidak peduli apakah yang mereka share di dunia online itu dilihat oleh orang-orang umum. Tapi mereka sangat peduli ketika hal-hal yang sifatnya private justru dilihat oleh orang yang mereka kenal dekat.</p>
<p>Apa yang dibilang oleh Steve Jones mungkin ada benarnya. Situs jejaring sosial yang bermunculan sampai sekarang yang pasti telah membuat kata teman jadi lebih blur. Di dunia online seperti ini, orang asing (strangers) kita anggap teman, sedangkan dengan teman yang notabenenya adalah teman kita sebenarnya atau orang yang kita kenal dekat, justru kita malah berinteraksi dengan canggung.</p>
<p>Pertanyaan confirm or ignore yang dilematis ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak ketika mendapat friend request dari para orang tua di rumah. Di kantor pun fenomena yang sama juga dirasakan oleh para karyawan ketika ingin berteman dengan boss-nya. Jared Sandberg menulis hal ini di artikel berjudul OMG My Boss Wants to Friend Me On My Online Profile yang dimuat di harian Wall Street Journal.</p>
<p>Seperti yang ditulis di sana, dengan adanya Facebook, hubungan yang hirarkis antara atasan dan bawahan di dunia offline, mendadak terlihat horizontal di dunia online. Dan pada akhirnya sisi pribadi sesungguhnya dari boss dan karyawan jadi terlihat betul. Meskipun demikian banyak karyawan yang tidak rela untuk berteman dengan boss-nya di Facebook, karena itu tandanya ia harus mengorbankan segala bentuk hal yang sifatnya personal. Begitu juga sebaliknya dengan si boss ketika di add sebagai teman di Facebook oleh anak buahnya.</p>
<p>Confirming the Community</p>
<p>Satu yang dapat dijadikan alasan kenapa fenomena yang diceritakan di atas terjadi adalah karena pada dasarnya karakter si ibu tidak relevan dengan tujuan, identitas, dan nilai-nilai yang miliki oleh komunitasnya si anak. Meskipun sama-sama on di dunia Facebook, bukan berarti para orang tua bisa in ke dunia komunitas jejaring sosial anaknya. Karena untuk masuk ke sana, diperlukan karakter yang sejalan dengan tujuan, identitas, dan nilai-nilai yang dijunjung tunggi oleh komunitas anaknya.</p>
<p>Dulu di era legacy, aktivitas targeting the segment menjadi langkah strategi yang menentukan gerak-gerik arah pemasaran suatu perusahaan. Di sana konsumen yang menjadi target pasar dieksploitasi oleh pemasar lewat 4P-nya (product, price, place, and promotion). Dan itu semua dilakukan tanpa peduli, suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, selama konsumen menjadi target market sebuah perusahaan, konsumen akan menerima bentuk eksploitasi tersebut.</p>
<p>Di era New Wave ini, praktek yang demikian menjadi tidak lagi relevan. Sejalan dengan apa yang dibahas kemarin, kita tidak lagi berbicara tentang targeting the segment namun confirming the community. Karena di era pemasaran seperti ini, orientasi pemasaran berbasiskan komunitas konsumen yang saling kenal bukan lagi segmen konsumen yang tidak kenal satu sama lain. Praktek yang dilakukan dalam rangka konfirmasi terhadap (dan oleh) komunitas ini sendiri bernuansakan horisontal, karena pada dasarnya langkah ini dijalankan dua arah.</p>
<p>Bukan saja perusahaan yang mengkonfirm sebuah komunitas karena kemiripannya dengan karakter merek perusahaan, namun juga si komunitas sendiri harus mengkonfirm bahwa perusahaan yang ingin masuk ke dalam komunitas tersebut adalah teman yang baik.</p>
<p>Hal yang terpenting yang harus dilakukan oleh pemasar dalam hal ini adalah mencari relevansi antara komunitas dan perusahaan. Percuma saja kalau sebuah komunitas jumlah anggotanya banyak, pertumbuhan jumlah anggotanya juga terus meningkat. Namun, ternyata komunitas tersebut tidak punya relevansi yang sama dengan kita alias tidak punya identitas dan nilai-nilai yang sama.<br />
Hermawan Kartajaya</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=197&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/10/07/ibu-saya-bukan-teman-facebook-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 sesi Kehidupan</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/3-sesi-kehidupan/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/3-sesi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 09:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/3-sesi-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[3 Sesi Kehidupan

Hari kemarin. (PAST)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja&#8230;
Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=196&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>3 Sesi Kehidupan</p>
<p></strong></p>
<p><strong>Hari kemarin. (PAST)<br />
</strong><br />
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.<br />
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.</p>
<p>Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;<br />
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.<br />
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja&#8230;</p>
<p><strong>Hari esok. (FUTURE)<br />
</strong><br />
Hingga mentari esok hari terbit,<br />
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.<br />
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.<br />
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.<br />
Esok hari belum tiba; biarkan saja&#8230;</p>
<p>tapi&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>Hari ini. (PRESENT)<br />
</strong><br />
Pintu masa lalu telah tertutup;<br />
Pintu masa depan pun belum tiba.<br />
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.<br />
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan</p>
<p>melepaskan ketakutan akan esok hari.</p>
<p>Hiduplah hari ini.</p>
<p>Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.</p>
<p>Hiduplah apa adanya.<br />
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.</p>
<p>Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,</p>
<p>meski mereka berlaku buruk pada anda.</p>
<p>Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=196&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/3-sesi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 syawal 1430H?</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/1-syawal-1430h/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/1-syawal-1430h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 09:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/1-syawal-1430h/</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews- Majelis Ulama Indonesia menyatakan dalam penetapan 1 Syawal selalu berdasarkan sidang itsbat yang dilakukan Departemen Agama bersama ormas-ormas Islam.
&#8220;Sidang itsbat akan dilakukan pada 19 September, berdasarkan 29 Ramadhan. Kami menunggu dari situ,&#8221; kata salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma&#8217;ruf Amin dalam keterangan pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa 15 September [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=195&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>VIVAnews</strong>- Majelis Ulama Indonesia menyatakan dalam penetapan 1 Syawal selalu berdasarkan sidang itsbat yang dilakukan Departemen Agama bersama ormas-ormas Islam.</p>
<p>&#8220;Sidang itsbat akan dilakukan pada 19 September, berdasarkan 29 Ramadhan. Kami menunggu dari situ,&#8221; kata salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma&#8217;ruf Amin dalam keterangan pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa 15 September 2009.</p>
<p>Namun, tambah dia, kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada Ahad, 20 September 2009. &#8220;Karena hilal pada Sabtu malam sudah mencapai 3 derajat sampai 5 derajat,&#8221; kata dia.</p>
<p>Kemungkinan juga tak ada perbedaan pelaksanaan hari raya Idul Fitri. &#8220;Karena sudah di atas 2 derajat, kemungkinan semua akan menetapkan hari Ahad adalah hari raya. Kemungkinan tak ada perbedaan,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Dijelaskan Ma&#8217;ruf, perbedaan selama ini terjadi karena letak hilal. &#8220;Perbedaan selama ini karena hilal di bawah dua derajat,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Agama, Maftuh Basyuni mengatakan 1 Syawal 1430 H jatuh pada Minggu 20 September 2009.</p>
<p>Menurut Maftuh, hari itu diperkirakan berdasarkan perhitungan yang memprediksi bahwa tanggal 19 September, hilal berada di atas ufuk.</p>
<p>Jika pemerintah menentukan 1 Syawal jatuh pada 20 September, itu sama dengan perhitungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=195&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/09/15/1-syawal-1430h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kantor Pemerintah VS Kantor Swasta</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/kantor-pemerintah-vs-kantor-swasta/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/kantor-pemerintah-vs-kantor-swasta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 08:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/kantor-pemerintah-vs-kantor-swasta/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu ada dua pengalaman yang sangat bertolak belakang antara satu dan lainnya yang melahirkan tulisan ini
saya yakin banyak di antara kita yang tahu dan merasakan sendiri kejadiaanya
Pagi hari dengan semangat 45 karena ijin cutinya cuman setengah hari jam 8.15 sudah sampai di Bank Mandiri Wisma Batamindo untuk mengurus buku Rekening yang hilang.
Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=184&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu ada dua pengalaman yang sangat bertolak belakang antara satu dan lainnya yang melahirkan tulisan ini<br />
saya yakin banyak di antara kita yang tahu dan merasakan sendiri kejadiaanya<br />
Pagi hari dengan semangat 45 karena ijin cutinya cuman setengah hari jam 8.15 sudah sampai di Bank Mandiri Wisma Batamindo untuk mengurus buku Rekening yang hilang.<br />
Dengan sigap petugas Satpam membukakan pintu dan menyapa dengan ramah &#8221; Selamat pagi pak,Ada yang bisa di bantu?.&#8221;<br />
terus saya menyampaikan maksud saya dan dipersilakan untuk mengambil nomor antri.Sesampai di Customer servise,juga di sambut dengan hangat dan di akhir percakapan tak lupa dia mengucapkan,. &#8220;Ada lagi pak yang mau di tanyakan, terima kasih pak Selamat siang..&#8221;.sapanya sebelum saya bergegas pulang.<br />
Dalam hati saya seandainya semua pelayanan umum seperti ini maka sungguh sangat menyenangkan..Tapi itu hanya sebagian contoh saja.<br />
Satu jam berikutnya saya sudah sampai di kantor Camat di Batu Aji untuk mengurus KK yang kemarin camatnya lupa tanda tangan.<br />
sehingga waktu saya mengurus paspor langsung di tolak dan di ruruh kembali<br />
Sampai di Kantor Camat tak ada yang menyapa..apalagi membukakan pintu seperti di bank Mandiri tadi..petugas satpol PP juga sibuk mengobrol sambil merokok.langsung saja saya menuju salah satu loketnya dan mengutarakan maksud saya yang HANYA minta tandatangan camat. Oleh petugas pelayanan di suruhnya saya ke salah satu Ruangan di ujung.dan karena ngga tahu langsung saja saya nyelonong masuk,tanpa melihat bahwa orang -orang yang duduk diluar pintu juga antri.di dalam ruangan saya menyampaikan maksud saya dan di jawab dengan ketus oleh petugas..Silakan Tunggu di luar&#8230;<br />
Karena tidak ada nomor antrian kami saling ingat saja siapa tadi yang di depan . Satu jam lebih saya menunggu akhirnya bisa masuk juga tanpa ada panggilan nomor antri .<br />
Saya duduk dan bertanya.. lalu di jawab,&#8221; Pak Camat tidak ada di tempat pak&#8221;.!<br />
Coba bayangkan&#8230;sudah menunggu satu jam lebih dan setelah menunggu Pak Camat tidak di tempat..hancur..bukan<br />
terus saya bilang&#8221;.kenapa ibu dari tadi ngga bilang kalau pak Camat tidak di tempat,kan saya bisa langsung pulang tanpa menunggu lama seperti ini bu&#8230;<br />
Dengan wajah dongkol langsung saya berdiri dan terus mengomel..Astafigrulah..<br />
Sampai di luar masih di sambut oleh teriakan seorang bapak yang ngga terima KTP yang ia urus ternyata tertukar fotonya dengan orang lain.<br />
Seandainya urusan seperti ini..di layani seperti Bank Mandiri tadi&#8230;tentu tidak seperti ini akhirnya&#8230;<br />
Semoga bisa menjadi pengalaman berharga&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=184&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/kantor-pemerintah-vs-kantor-swasta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIRGAHAYU INDONESIA</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/dirgahayu-indonesia/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/dirgahayu-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 08:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/dirgahayu-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika anda diminta menunjuk apa yang anda maksud dengan indonesia, apa yang akan anda tunjuk? Merah putih? Garuda? Pancasila? Orang Indonesia? Soekarno &#8211; Hatta? Atau sebuah petak dalam peta? Atau tulisan &#8220;Indonesia&#8221;? Begitulah. Setiap kali kita diminta menunjuk Indonesia maka kita akan menunjuk pada tanda atau simbol yang menggambarkan Indonesia. Karena Indonesia adalah imaji. Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=183&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika anda diminta menunjuk apa yang anda maksud dengan indonesia, apa yang akan anda tunjuk? Merah putih? Garuda? Pancasila? Orang Indonesia? Soekarno &#8211; Hatta? Atau sebuah petak dalam peta? Atau tulisan &#8220;Indonesia&#8221;? Begitulah. Setiap kali kita diminta menunjuk Indonesia maka kita akan menunjuk pada tanda atau simbol yang menggambarkan Indonesia. Karena Indonesia adalah imaji. Indonesia adalah ide. Kita yakini keberadaan indonesia tetapi tidak pernah bisa kita tunjuk. Indonesia ada dalam benak kita. Sebagaimana pandangan Ben Anderson, bangsa adalah sebuah komunitas yang dibayangkan.</p>
<p>Oleh karena itu, ketika berbicara mengenai indonesia jauh lebih penting kesadaran subyektifitas setiap orang daripada kenyataan obyektif yang ada. Indonesia adalah sebentuk imaji yang kita sadari dengan segala pengalaman historis, harapan dan impian kita. Pengalaman berbeda akan membentuk indonesia yang berbeda. Keunikan harapan dan impian akan menentukan keunikan indonesia yang kita bayangkan. Kesadaran subyektif akan indonesia ini yang akan menentukan tindakan-tindakan kita terhadap indonesia. Imaji kita akan menginspirasi tindakan kita. Image inspire action.</p>
<p>Menengok sejarah, imaji mengenai indonesia telah lama ada jauh sebelum dunia mengenai negara kesatuan Republik Indonesia. Jauh sebelum proklamasi. Tan Malaka di awal abad 20, tanpa lelah mempromosikan sebentuk imaji &#8220;Repoeblik Indonesia&#8221; mulai dari jawa, sumatera, singapura, bahkan sampai hongkong dan rusia. Beberapa tahun kemudian ide tentang Indonesia Merdeka di cetuskan oleh Soekarno dan bergaung dalam dada banyak orang.</p>
<p>Pada saat itu, setiap orang dengan bebas mengimajinasikan dan mengimajinasikan kembali sebentuk indonesia. Bagi segelintir orang, ide indonesia adalah ide konyol. Tak heran mereka memilih berdiam diri atau malah menjadi aparat Belanda hingga ajal menjelang. Ada yang membayangkan ide indonesia sebagai sebuah janji tanah impian. Tak heran berduyun-duyun orang bergerak memperjuangkan kemerdekaan republik yang baru berumur beberapa hari.</p>
<p>Selama puluhan tahun kemudian, indonesia sebagai sebuah imaji diyakini dan diperjuangkan sebagai tatanan kehidupan bersama. Hidup bersama sebagai sebuah bangsa, bangsa indonesia. Lahir berbagai dialog yang mengkomunikasikan pemahaman akan tindakan-tindakan yang boleh, yang harus, dan mana yang tidak boleh.</p>
<p>Sepanjang perjalanan bangsa indonesia, ribuan bahkan jutaan imaji mengenai indonesia lahir. Ada yang mati. Ada yang hidup. Ada yang terus berkembang. Dinamika imaji ini adalah dinamika perjalanan bangsa indonesia.</p>
<p>Sampai suatu ketika, lahir dan bangkit sebuah rejim otoriter. Rejim yang menetapkan interpretasi tunggal atas indonesia. Di luar interpretasi itu, bukanlah indonesia. Entah dituduh sebagai kebarat-baratan. Atau bahkan dituduh sosialisme atau komunis. Imaji selain interpretasi tunggal di bunuh, sebagaimana nasib orang yang mengusung imaji tersebut.</p>
<p>Indonesia adalah milik kita semua. Milik dalam arti yang paling hakiki. Karena indonesia bukanlah emblem di jaket kita yang bisa di sobek sewaktu-waktu. Karena indonesia bukan pula stiker yang menempel di kendaraan kita yang bisa kita kelupas kapan saja. Karena indonesia bukanlah foto profil di Facebook kita yang bisa kita ganti semaunya. Indonesia adalah imaji yang kita imajinasikan dalam benak kita. Kita bisa imajinasikan indonesia sebagai tempat kumuh, dimana kita berusaha mengisolasi diri dan menutup hidung ketika berada di dalamnya. Kita bisa imajinasikan sebagai rumah nyaman, dimana kita akan kembali walau kemanapun langkah kita pergi. Apapun bisa kita imajinasikan. Walau kita sama-sama bangsa indonesia, kita menjalani keindonesiaan dengan penghayatan unik kita.<br />
dari email teman</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=183&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/08/19/dirgahayu-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artikel Ramadhan</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/08/11/artikel-ramadhan/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/08/11/artikel-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 03:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan Menyambut Kedatangan ‘Tamu Istemewa’.
Saudaraku yang mulia !.
Ramadhan boleh kita anggap sebagai tamu istimewa. Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Apa saja perkara yang harus di persiapkan menjelang kedatangannya tamu tersebut?
Pertama adalah dengan bertaubat nasuha, yaitu dengan menyesali perbuatan buruk yang telah kita lakukan seraya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=171&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Persiapan Menyambut Kedatangan ‘Tamu Istemewa’.</p>
<p>Saudaraku yang mulia !.</p>
<p>Ramadhan boleh kita anggap sebagai tamu istimewa. Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Apa saja perkara yang harus di persiapkan menjelang kedatangannya tamu tersebut?</p>
<p>Pertama adalah dengan bertaubat nasuha, yaitu dengan menyesali perbuatan buruk yang telah kita lakukan seraya meminta ampun kepada Dzat Yang Maha Pengampun secara sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kita sambut Ramadhan dengan janji kepada Allah untuk selalu berpegang teguh dengan ajaran-ajaran agama-Nya, menyerahkan jiwa raga dan harta benta di jalan Allah. &#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman, jiwa dan harta mereka bahwa untuk mereka akan mendapatkan sorga&#8221;.</p>
<p>Kedua dengan meyakinkan diri kita bahwa kemuliaan, derajat tinggi dan kejayaan yang haqiqi tidak akan tercapai kecuali dengan iman dan hanya bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah:</p>
<p>ولاتهنوا ولاتحزنوا وأنتم الأعلون إن كنتم مؤمنين</p>
<p>“Janganlah kamu merasa hina diri dan bersedih hati, kamu semua adalah orang-orang yang berpangkat tinggi jika kamu adalah orang-orang yang beriman.(sungguh-sungguh)”.</p>
<p>Dalam ayat yang lain:<br />
&#8220;ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين&#8221;</p>
<p>“Hanya milik Allah,segala kemuliaan dan rasulNya dan orang-orang yang beriman”.</p>
<p>Apabila perasaan ini telah tertanam di dalam dada kita maka kita tidak akan dihinggapi perasaan hina, pesimis dan putus asa dengan rahmatnya Allah.</p>
<p>Termasuk kewajiban kita dalam menyambut tamu adalah mengetahui derajat dan pangkat ‘tamu’ tersebut. Di antara derajat yang dimiliki bulan Ramadhan bahwa di dalamnya terdapat malam yang lebih mulia dari seribu bulan, di dalam bulan ini juga terlukis sejarah kemenangan umat islam; kemenangan umat Islam dalam perang Badar terjadi pada bulan ini; di taklukkanya kota Makkah oleh kaum muslimin; dibebaskanya Masjidil Aqso dari tangan yahudi setelah melalui peperangan sengit di bawah komando jenderal An-nasir Sholahuddin juga pada bulan ini. Semoga dengan bulan penuh berkah ini pula merupakan akhir dari kebiadaban musuh-musuh Islam dan awal dari kemerdekaan dan kemenangan saudara-saudara kita yang ada di Palestina, Kashmir, Chechnia maupun di bumi Islam lainnya yang saat ini masih terjajah dan tertindas.</p>
<p>Ketahuilah, bahwa untuk mencapai kehormatan dan kemuliaan, seorang hamba sangat tergantung seberapa kuat keimanannya kepada Allah. Kalau ada seorang hamba hidupnya hina, termarjinalkan tertindas itu terkadang karena kualitas keimanan mereka yang masih lemah dan kurang. Karena kemenangan dan kekuatan itu hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang-orang yang mempunyai keimanan yang kuat dan sempurna. Allah berfirman:</p>
<p>أمنوا في الحياة الدنيا ويوم يقوم الأشهاد<br />
“Sesungguhnya kami akan menolong para rasul dan orang-orang beriman di dunia dan di akherat”. Barang siapa imanya tipis maka sedikit pula jatahnya untuk menrima pertolonga Allah. Untuk itu, sewajarnya kita harus bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini sebaik-baiknya untuk memperbarui keimanan kita dengan berpegang teguh kepada ajaran Allah.</p>
<p>Ketiga: bersungguh-sungguh dalam bertaubat dan kembali kepada Allah. Kelalaian, syahwat dan kemarahan merupakan cobaan bagi manusia. Inilah pintu-pintu syaitan untuk membujuk manusia berbuat dosa dan maksiyat lalu menjerumuskannya ke jurang kehancuran. Apabila Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka akan dibukakan untuknya pintu taubat, penyesalan, kesungguhan untuk kembali ke jalan-Nya dengan mendekatkan diri kepada-Nya, menghamba dan memperbanyak do’a dan amal kebajikan sehingga akan terbuka pintu rahmat-Nya.</p>
<p>Keempat: Jiwa dan raga yang istiqamah, lurus dan konsisten. Ini bisa terwujud melalui dua cara, yaitu:</p>
<p>1- Cinta kepada Allah s.w.t. melebihi cinta kepada selain-Nya. Di dalam berpuasa, ketika suatu perkara yang disenangi bertentangan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah, maka orang yang berpuasa tersebut akan medahulukan cintanya kepada Allah dan menahan dirinya dari yang di haramkan.</p>
<p>2- Menghormati dan mentaati perintah dan larangan-Nya, yaitu dengan melaksanakan apa yang diperintahkan agama dan menjauhi apa yang dilarang. Seorang mukmin pasti sadar bahwa mentaati perintah dan menjauhi larangan semata timbul dari sikap pemuliaan terhadap pemilik perintah dan larangan tersebut, yaitu Allah s.w.r. sendiri. Maka kualitas suatu amal di sisi Allah bergantung pada seberapa jauh kadar kemurnian dan keikhlasan hati seseorang dalam beriman, ikhlas, mahabbah dan cintanya kepada Allah. Inilah yang nantinya, dengan izin Allah, dapat melebur dosa-dosa.</p>
<p>Kelima: Anjuran untuk memperbanyak dzikir. Rasulullah s.a.w. berkata: “Tidakkah aku memberitahukan pada kalian tentang amal yang paling mulia disisi Tuhan kalian (Allah), derajatnya tertinggi di antara amal kalian. Amal tersebut lebih mulia dibanding menginfakkan emas dan perak, lebih mulia dari pertempuran dengan musuh kalian, hingga kalian meninggal secara syahid)”. Para sahabat menjawab: “Dengan senang hati, ya Rasulallhoh”. Maka Rasulullah s.a.w. berkata: “Amal tersebut adalah dzikir kepada Allah Yang Mulia”.</p>
<p>Beberapa faidah dzikir:</p>
<p>1.Dengan berdzikir akan memberi daya ingat yang kuat sehingga terkadang seseorang mampu melakukan pekerjaan sesuatu yang tidak mampu dilakukannya tanpa dzikir.</p>
<p>2. Dengan berdzikir akan memudahkan seseorang dalam menghadapi kesulitan, meringankan melaksanakan pekerjaan berat.</p>
<p>3. Dzikir kepada Allah s.a.w. merupakan salah satu pertolongan Allah kepada hamba-Nya, dengan ketaatan tersebut Allah akan membalas dengan cinta-Nya dan memudahkan perkaranya.</p>
<p>4. Allah sangat membanggakan orang orang yang berdzikir di hadapan Malaikat.</p>
<p>5. Berdzikir kepada Allah merupakan penyejuk hati sekaligus sebagai penyembuh penyakit-penyakit hati. Lupa adalah penyakit hati, di dalam hati ada sesuatu yang keras, tidak ada yang bisa mencairkan dan tidak ada yang bisa menyembuhkan kecuali dengan berdzikir.<span id="more-171"></span></p>
<p>6. Dzikir adalah inti dari rasa syukur seseorang. Orang tidak akan bersyukur kepada Allah kalau ia ia tidak berdzikir kepada-Nya.</p>
<p>7. Dzikir ibarat sebuah pohon yang berbuah ma`rifah bagi mereka yang menempuh jalan rohani (as-salik). Maka untuk menggapai kenikmatan buah tersebut, tidak ada jalan lain kecuali dengan berdzikir.</p>
<p>8. Dzikir akan mengingatkan seseorang akan kerugian di hari Kiamat.</p>
<p>9. Dengan berdzikir akan menghidupkan hati, menyejukkan jiwa, menguatkan ruh dan menambah rasa takut akan Tuhanya (Allah).</p>
<p>10. Menjauhkan diri dari omongan yang keji dan munkar</p>
<p>Amalan-amalan yang disunatkan pada bulan Ramadhan.</p>
<p>1- membaca Al-Quran.</p>
<p>Bulan Ramadhan adalah bulan al-Quran sesuai dengan sunnah Nabi s.a.w. Ibnu Abbas RA berkata; &#8220;Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawaanya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawaan Nabi melebihi angin yang berhembus.&#8221;</p>
<p>Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al-Quran, dan mengadakan ijtima`/berkumpul dalam majlis al-Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar al-Qur&#8217;an bisa dilakukan di dihadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al-Quran di malam hari. Dalam hadist di atas, modarosah antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril terjadi pada malam hari, karena malam tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari, hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya.</p>
<p>Puasa dan al-Quran mempunyai keterkaitan yang sangat dalam. Karena itu Rasulullah s.a.w memperbanyak membaca Al-Quran dalam bulan Ramadhan. Tidak ada yang melebihi al-Quran. Allah menurunkannya lain pada kitab-kitab terdahulu, di dalamnya terdapat hukum-hukum Allah yang tegas, dari al-Qur&#8217;an mengalir petunjuk-petunjuk Allah untuk manusia, tidak ada kebohongan, tidak ada penyesatan, ia memberi syafaat kepada orang yang membaca dan mengamalkannya. Rasulullah menegaskan &#8220;Barang siapa mendapatkan syafaat al-Qur&#8217;an, maka ia akan mendapatkan syafa&#8217;at di hari Kiamat&#8221;, &#8220;Barangsiapa duduk demi al-Qur&#8217;an, maka ia tidak akan berdiri keculai dengan mendapatkan kelebihan dan kekurangan, yaitu kelebihan mendapatkan hidayah dan kekurangan dari kebutaan hatinya&#8221;. Dengan selalu membaca al-Quran, iman seseorang akan bertambah dan terus bertambah, dan tidak akan luntur apa yang telah ia yakini, hinggga berkuranglah keraguan-keraguan yang ada dalam jiwanya. Tidak ada satu pun penyembuh hati selain al-Quran, karena sebesar-besarnya penyakit hati adalah kekafiran dan kemunafikan serta jauh dari jalan Allah. Dan tiada penawar atas penyakit-penyakit tersebut kecuali al-Quran.</p>
<p>Alim Rabbany syaikh Ahmad bin Abdul-Ahmad as-Sarhindy berkata: &#8220;Sesungguhnya di dalam bulan ini (puasa) ada kaitan yang sangat erat dengan al-Quran, dimana pada bulan tersebut al-Quran di turunkan, di dalam bulan tersebut juga dipenuhi segala kebajikan dan berkah dari Allah s.w.t. Setiap kebajikan dan keberkahan yang diterima oleh umat manusia selama setahun penuh, tidak lain hanyalah setetes dari lautan rahmat Allah selama satu bulan ini. Maka sangat beruntunglah mereka yang menyambut dan menghidupkan bulan tersebut dengan melakukan amal soleh dan beribadah, dan merugilah mereka yang tidak meramaikan bulan tersebut dengan beribadah, yaitu mereka yang berpaling dari keberkahan dan kebaikan.&#8221;</p>
<p>Dengan demikian, Ramadhan merupakan pesta ibadah, blantika tilawah bagi ummat Islam. Ia ibarat musim semi orang-orang yang muila dam bertaqwa, hari raya bagi hamb-hamba yang shalih, diramaikan dengan mendirikan ajaran-ajaran agama, kebeningan hati dalam ibadah dan berlomba-lomba dalam kabaikan. Seluruh ummat muslim dari segala penjuru dunia serentak berbondong-bondong menyambut kedatangan bulan suci tersebut dengan menghidupkan suasana yang penuh rahmat dan barokah. Allah telah menganugerahkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada hambanya yang beramal soleh, mereka yang tidak segan-segan melaksanakan ajaran-ajaran Allah dan selalu asyik tanpa rasa jemu dalam mengamalkan perintah-Nya. Hati mereka selalu bergantung kepada Allah dan setiap hembusan nafas mereka terarah kepada kebaikan.</p>
<p>2.Menahan hawa nafsu dan kesenangan duniawi.</p>
<p>Yaitu dengan mengurangi makan ketika berbuka serta tidak berlebih-lebihan. Dalam sebuah ahdist dikatakan &#8220;Tidak ada perkara yang lebih buruk dari pada memenuhi isi perut dengan makanan secara berlebihan&#8221;. Ruh puasa terletak pada memeperlemah syahwat, mengurangi keinginan dan mengekang nafsu.</p>
<p>Dari Sahal bin Sa&#8217;ad r.a Rasulullah s.a.w. bersabda:&#8221; Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan: masuk dari pintu tersebut ahli puasa di hari kiamat, tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli puasa, lalu diserukan &#8220;Manakah para ahli puasa?&#8221;, maka berdirilah para ahli puasa dan tak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli puasa, dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu sorga tersebut segera ditutup, dan tak ada satu pun yang diperbolehkan masuk setelah mereka&#8221;. (Bukhari Muslim).</p>
<p>3.Berdo&#8217;a ketika berbuka puasa.</p>
<p>Abu Hurairah r.a berkata: bersabda Rasulullah s.a.w: Ada tiga golongan yang tidak akan ditolak do&#8217;anya, mereka itu adalah: orang puasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil dan doa orang yang teraniaya&#8221;.</p>
<p>Untuk itu, hendakanya kita sekalian tidak melupakan saudara-saudara kita yang menderita di Palestina, Afghanistan, Kashmir dan Chechnia dan belahan bumi laninnya dalam doa kita. Betapa banyak do&#8217;a yang ihlas dan tulus, lebih berguna dibanding ribuan anak panah.</p>
<p>4.Qiyamullail (Tahajjud )</p>
<p>Solat Tarawih hukumnya sunat menurut kesepakan para ulama juga disunatkan untuk meng-khatamkan al-Qur&#8217;an selamat shalat tarawih. Hadits-hadits yang menerangkan tentang qiyamullail adalah : Sabda Rasulullah s.a.w: &#8220;Barang siapa menghidupan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan ridho Allah s.w.t semata, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau&#8221;.</p>
<p>Abu Hurairah r.a meriwayatjkan bahwa Rasulullah s.a.w. senang menghidupkan bulan Ramadhan dengan melaksanakan qiyamullail dengan tidak memaksakannya kepada para sahabat untuk melaksanakannya dan bersabda:&#8221; Barangsiapa yang melaksanakan Qiyamullail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.</p>
<p>Alam riwaayt lain Rasulullah bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah mewajibkan atasmu puasa Ramadhan dan disunatkan melakukan Qiyamullail pada bulan suci ini, barang siapa berpuasa dan melaksanakan Qiyamullail dengan penuh keimanan dan harapan maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau&#8221;.</p>
<p>Dari Abu Hurairah r.a:&#8221;Kemuliaan seorang mu&#8217;min teletak pada solatnya yang ia dirikan di tengah malam dan kehormatannya terletak pada ketidak-tergantungannnya terhadap orang lain&#8221;. Dari Mughirah r.a, Rasulullah s.a.w selalu bangun tengah malam melaksanakan solat malam hingga bengkak kedua telapak kakinya&#8221;.</p>
<p>Para ulama salaf selalu mencari kesempatan untuk menghidupkan malamnya dengan shalat dan membaca Al-Quran sehingga tersentuh jiwanya. Dan apabila membaca ayat yang menerangkan kabar gembira, hatinya terselip harapan yang menggebu-gebu seolah apa yang di janjikan itu ada di pelupuk matanya. Sebaliknya, apabila membaca ayat Al-Qur&#8217;an yang menerangkan ancaman maka hati dan kedua telinganya terasa terbius, seolah dahsyatnya suara api neraka berada di ujung telinganya, lalu mereka pun meletakkan keningnya di atas bumi sambil memohon kepada Allah agar dijauhkan dari pedihnya api neraka dan meminta pertolongan agar diberi kemenangan atas musuh-musuhnya.</p>
<p>5. Berlomba-lomba dalam bersedekah.</p>
<p>Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar(berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:&#8221; Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun&#8221;. (Bukhari Muslim)</p>
<p>Anjuran untuk berlomba-lomba dalam bersedekah dan membiasakan diri untuk berderma dan semaksimal mungkin memberikan apa yang kita punya sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Abbas yang artinya:&#8221; Rasulullah orang yang paling dermawan terlebih ketika berjumpa denga malaikat Jibril dan malaikat Jibril selalu menemuinya setiap malam dibulan Ramadhan hingga akhir bulan itu.&#8221; (HR Bukhari)</p>
<p>Dan pada hadis yang lain disebutkan bahwasanya Rasulullah orang yang paling sempurna akhlaqnya, paling dermawan dan kedermawanannyha mencakup semua segi, di antaranya memberikan ilmu, harta, dan jiwanya kepada Allah demi menegakkan agama dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya, membaktikan dirinya untuk ummat dalam segala aspek dan semua kedermawanannya semua hanya demi Allah. Rasulullah lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri, keluarga dan anak-anaknya, beliau memberikan apa yang para raja-raja tidak mampu memebrikannya, lebih suka hidup sederhana, sehingga tidak jarang dalam sebulan atau dua bulan dapurnya tidak mengepulkan asap. Kedermawaan beliau semakin bertambah ketika masuk bulan Ramadhan, karena keutamaan waktu mengartikan kautamaan beramal di dalamnya, dan menjadikan pahala berlipat ganda di dalamnya.</p>
<p>Membantu orang berpuasa dan orang yang menjalankan ketaatan, berhak mendapatkan pahala seperti pahala orang yg melakukannya, tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya, karena Allah adalah Maha Dermawan terhadap hamba-Nya dengan rahmat dan maghfiroh-Nya dalam bulan Ramadhan ini. Maka sepatutnya bagi seorang hamba harus bisa membalas kebaikan-Nya dengan berderma harta dan jiwanya sehingga ia berhak mamperoleh rahmat Allah.</p>
<p>Di antara keutamaan sodaqah adalah meredam murka Allah dan terhindar dari suu&#8217;ul khatimah, yaitu meninggal dalam keadaan sesat. Sodaqah juga mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa untuk menolak bermacam cobaan dan malapetaka, melebur kesalahan, meredamnya sebagaimana air mematikan api, sodaqah bisa membuat hati menjadi senang dan dada terasa lapang. Untuk itulah kita dilarang bakhil. Abdurrahman bin Auf setiap kali bertawaf di Makkah selalu berkata: &#8220;Ya Allah lindungilah aku dari jiwa yang bakhil.&#8221;</p>
<p>6. I`tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan.</p>
<p>I`tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan merupakan penyempurna ibadah puasa. Ini karena I&#8217;tikaf artinya mengkonsentrasikan diri menghadap Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya. Hingga kecintaannya semata hanya kepada Allah, mengalahkan kecintaannya kepada selain Allah. Inilah tujuan I&#8217;tikaf di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, hari yang paling utama selama bulan tersebut. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan keutamaan yang dipilih oleh Allah SWT.</p>
<p>Diriwayatkan dari `Aisyah r.a. bahwasanya Nabi Muhammad saw selalu beri`tikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunnah ini dihidupkan lagi oleh isteri-isteri Rasulullah selepas kematiannya&#8221; (Bukhari Muslim). Ini merupakan gambaran akan kesungguhan dalam beribadah dan kesiapan Rasulullah dalam menyambut Ramadhan.</p>
<p>Dari `Aisyah r.a berkata: bahwa Rasulullah s.a.w. apabila memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam dan membangunkan anggota keluarganya dan beliau kencangkan pakaiannya&#8221; (Bukhari Muslim).</p>
<p>Ingatlah bahwa pintu menuju kebaikan itu bermacam-macam. Oleh karena itu kita seyogyanya memasuki salah satu pintu tersebut. Ahmad Bin Hanbal menegaskan : &#8220;Tidaklah dikatakan seorang itu berilmu sebelum ilmunya mencerminkan perkataannya dan ahlaknya&#8221;. Dan sebagian dari pintu kebaikan adalah berdo`a karena do`a adalah penggerak dari ibadah dan sebaik-baik do`a dan dzikir adalah yang diajarkan oleh Rasulullah saw karena beliau adalah hamba yang paling tahu akan Tuhan Yang Maha Mengabulkan do`a kita.</p>
<p>7. Menjauhi Larangan Agama:</p>
<p>Hal yang perlu diperhatikan oleh seorang mu`min adalah menjaga lisan dari mengguncing dalam keadaan berpuasa sebagaimana yang dipesankan Rasulullah s.a.w: &#8220;Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah baginya berpuasa dari makan dan minum&#8221; (HR: Bukhari).</p>
<p>Berkata Ibnu Battal: Bukan berarti kemudian ia meninggalkan puasa, tapi ini merupakan peringatan agar meninggalkan perkataan dusta dan ghibah. Adapun makna perkataan Rasul: &#8220;Tiada arti di sisi Allah s.w.t.&#8221; menurut Ibnu Munir adalah: tamsil dari ditolaknya puasa yang bercampur dengan dusta. Adapun puasa yang bersih dari pekerjaan tercela tersebut, insya Allah akan tetap diterima.</p>
<p>Ibnu Arabi berkata: Umat-umat sebelum kita cara berpuasanya hanya menahan diri dari bicara namun diperbolehkan makan dan minum, begitupun mereka tidak sanggup, sehingga Allah meringankan dengan dihapusnya setengah hari yaitu malam dan dihapusnya setengah puasa yaitu puasa dari bicara, namun mereka tetap tidak sanggup, mereka bahkan melakukan tindakan-tindakan yang diharamkan agama. Kemudian Allah meringakan lagi untuk meningkatkan derajat manusia dengan meninggalkan perkataan dusta dan munkar. Allah pun mewayuhkan kepada Rasulullah s.a.w. &#8220;Barangsiapa yang berkata dusta atau berbuat munkar maka Allah s.w.t. tidak menerima puasanya dari makanan dan minuman. Maka beruntunglah mereka yang menyibukkan diri dengan aibnya hingga tidak memikirkan aib orang lain dan beruntunglah mereka yang tinggal di rumah, sibuk dengan ibadah kepada Allah, menangisi kesalahannya di saat manusia sedang terlelap tidur.</p>
<p>Selain itu, selayaknya kita tidak ikut campur urusan orang lain sehingga kita terseret dalam kemungkaran atau menjerumuskan orang lain dalam kemungkaran. Kalau ada orang yang mengganggu kita, hendaklah kita ingatkan bahwa kita sedang berpuasa, sebagaimana diajarkan Rasulullah saw: Apabila dihina oleh seseorang hendaklah ia ucapkan saya sedang berpuasa. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, mulut seorang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibanding minyak wangi misik&#8221;.</p>
<p>Maka seorang mu`min yang menguasai syahwatnya dan menahan dirinya dari makanan dan minuman yang halal, menahan dirinya dari menggauli istrinya yang halal, seyogyanya ia juga menjaga dirinya dari hal yang jelas-jelas diharamkan di luar bulan puasa. Mulut ini, dijadikan Allah swt tidak untuk mengumpat. Mulut yang dijadikan Allah lebih harum dibanding aroma minyak misik, janganlah sengaja dikotori dengan perkataan dusta atau menghina meskipun dalam keadaan terpaksa. Hendaklah ia berkata pada dirinya: &#8220;Saya sedang berpuasa dan tidak dihalalkan bagiku berbuat hal tersebut&#8221;</p>
<p>Oleh Karena Itu Saudaraku hendaklah engkau buat jadwal bagimu. Aturlah waktumu dan sisakan waktu buat ibadah, jangan sampai engkau kehilangan barokah serta keutamaan Ramadhan, sesungguhnya waktu Ramadahan terlalu singkat untuk meraih seluruh keutamaannya, maka persiapkanlah dirimu sekarang untuk menghadapi bulan penuh berkah, rahmah dan maghfirah ini.</p>
<p>Tiada kata yang pantas untuk mengakhiri tulisan ini, selain firman Allah s.w.t. dalam surat Fatir ayat 32-34 &#8220;Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang dzalim pada diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang biasa saja dan diantara mereka ada yang lebih banyak berbuat kebaikan. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. Bagi mereka surga Eden yeng mereka masuki dengan dihiasi gelang-gelang emas dan mutiara dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. Mereka berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan kami, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan penerima Syukur&#8221;.</p>
<p>MASYRU&#8217;IYAT PUASA RAMADHAN</p>
<p>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas<br />
orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa &#8220;( QS Al-Baqarah : 183 ).</p>
<p>1. Puasa Ramadhan hukumnya Fardu `Ain<br />
2. Puasa Ramadhan disyari&#8217;atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan</p>
<p>KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA</p>
<p>1. Bulan Ramadhan adalah:<br />
a. Bulan yang penuh Barakah.<br />
b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.<br />
c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.<br />
d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.<br />
e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma&#8217;shiyat agar menahan diri.</p>
<p>2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :</p>
<p>a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.<br />
b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa&#8217;t.<br />
c. Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah.</p>
<p>RUKUN PUASA</p>
<p>a. Berniat sejak malam hari<br />
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima&#8217;) dengan istri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib),</p>
<p>Wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.</p>
<p>YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN</p>
<p>Orang Mu&#8217;min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :<br />
a). Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.<br />
b) Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.</p>
<p>Orang Mu&#8217;min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :<br />
a). Umurnya sangat tua dan lemah.<br />
b). Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.<br />
c). Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.<br />
d). Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.<br />
e). Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.</p>
<p>HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA</p>
<p>a. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.<br />
b. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.<br />
c. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.<br />
d. Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib)</p>
<p>HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA</p>
<p>a. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.<br />
b. Menta&#8217;khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.<br />
c. Berbekam pada siang hari.<br />
d. Mencium, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari (hukumnya makruh)<br />
e. Beristinsyak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.<br />
f. Disuntik di siang hari.<br />
g. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.</p>
<p>ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN<br />
1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib.<br />
Sunnah berbuka adalah sbb :<br />
a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti rutob (kurma muda), kurma dan air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat.<br />
b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu.<br />
c. Setelah berbuka berdo&#8217;a dengan do&#8217;a sbb : Artinya : &#8220;Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah.&#8221;</p>
<p>2. Makan sahur. Adab-adab sahur :<br />
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh.<br />
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur karena sudah masuk waktu Shubuh.</p>
<p>3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur&#8217;an<br />
4. Menegakkan shalat malam/shalat Tarawih dengan berjama&#8217;ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir (20 hb. sampai akhir Ramadhan). Cara shalat Tarawih adalah :<br />
a. Dengan berjama&#8217;ah.<br />
b. Salam tiap dua raka&#8217;at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka&#8217;at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka&#8217;at.<br />
c. Dibuka dengan dua raka&#8217;at yang ringan.<br />
d. Bacaan dalam witir : Raka&#8217;at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka&#8217;t kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka&#8217;at ketiga : Qulhuwallahu ahad.<br />
e. Membaca do&#8217;a qunut dalam shalat witir.</p>
<p>5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada pengampunan maka ampunilah aku.<br />
6. Mengerjakan i&#8217;tikaf pada sepuluh malam terakhir.<br />
7. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.</p>
<p>Cara i&#8217;tikaf:<br />
a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i&#8217;tikaf di masjid.<br />
b. Tidak keluar dari tempat i&#8217;tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak.<br />
c. Tidak mencampuri istri dimasa i&#8217;tikaf.</p>
<p>Hikmah Ramadhan</p>
<p>Diantara nama bulan Ramadhan yang maghfirah adalah Syahrut Tabiyah dan Sahrul Jihad. Inilah nama-nama lain bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini Ramadhan adalah tamu yang sangat agung yang selalu dinanti dan ditunggu oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Ada beberapa hikmah dari bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah ini, yaitu sesuai dengan nama dari bulan Ramadhan itu sendiri. Bulan Ramadhan memiliki banyak nama disamping Ramadhan itu sendiri, diantaranya ialah :</p>
<p>1. Syahrut-Tarbiyah (Bulan Pendidikan)<br />
Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah/bulan pendidikan, karena pada bulan ini kita dididik langsung oleh Allah SWT. seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga. Atau kita diajarkan oleh supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.</p>
<p>2. Syahrul Jihad<br />
Pada masa Rasulullah justru peperangan banyak terjadi pada bulan Ramadhan dan itu semua dimenangkan kaum muslimin. Yang paling penting kita rasakan sekarang adalah kita berjihad melawan hawa nafsu sendiri, sehingga kita tetap bersungguh-sungguh menjalan aktifitas kita.</p>
<p>3. Syahrul Qur&#8217;an<br />
Al-Qur&#8217;an petama sekali diturunkan di bulan Ramadhan dan pada bulan ini sebaiknya kita banyak membaca dan mengkaji kandungan Al-Qur&#8217;an sehingga kita faham dan mengerti perintah Allah yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>4. syahrul Ukhuwah<br />
Pada bulan ini kita merasakan sekali ukhuwah diantara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di Masjid/Mushollah untuk melakkukan sholat berjama&#8217;ah. Dan diantara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita.</p>
<p>5. Syahrul Ibadah<br />
Bulan Ramadhan disebut juga dengan Bulan ibadah karena pada bulan ini kita banyak sekali melakukan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib seperti sholat sunnat dhuha, rawatib dan tarawih ataupun qiyamullai serta tadarusan al-qur&#8217;an.</p>
<p>Itulah diantara hihmah dari bulan Ramadhan sesuai dengan nama-namanya</p>
<p>KULLU AAM WA ANTUM BI KHAIR</p>
<p>Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan</p>
<p>Obral Pahala besar-besaran, Diskon dosa s/d 99 % + doorprize Lailatul Qadr” Buruan! Hanya 30 hari!!</p>
<p>Ramadhan is the Great Sale. Tentunya, bayangan kita menangkap moment Great Sale adalah pesta discount yang biasanya diadakan saat ulang tahun kota Jakarta. Dan digelar di mal-mal tertentu yang biasa menyelenggarakan great sale seperti di Sarinah atau Blok M Mall.</p>
<p>Dan saat itu, harga dibanting habis. Discountnya juga besar-besaran, bahkan sampai 70 %. Dan, saat itu juga semua orang tertarik untuk berbondong-bondong belanja. Demikian pula dengan Ramadhan.</p>
<p>Namun, rutinitas keseharian yang kita jalani setiap harinya tanpa tersadar menyeret kita ke arus perubahan waktu. Tak sadar kita bertemu dengan bulan berkah yang suci bulan Ramadhan. Di bulan ini, ada 3 kelompok sikap yang menyambutnya, Pertama, orang yang menyambut dengan suka cita dan gembira, karena mengetahui nilai kemuliaan di bulan ini, maka ia mengisinya tidak hanya berpuasa tetapi ditunjang dengan amal ibadah yang lain.</p>
<p>Kedua, orang yang menyambutnya dengan sikap biasa-biasa saja dan tetap berpuasa. Ketiga, orang yang menyambutnya dengan sikap menyesal bahkan menganggap bulan ini adalah bulan pengekangan hawa nafsu yang dianggap merugikan. Atas sikap yang pertama, si penyambut tidak akan menyia-nyiakan kehadiran Ramadhan. Ia dianggapnya tamu jauh yang kehadirannya sangat sulit ditemui. Ia pun belum merasa yakin tamu tersebut datang mengunjunginya di tahun-tahun yang akan datang. Inilah analogi yang ia gunakan. Karenanya ia tidak ingin menyia-nyiakan setiap malam-malamnya. Ia mengerti betul hadist tentang keistimewaan Ramadhan. Bahwa 10 malam pertama adalah rahmat, 10 malam kedua adalah maghfiroh dan 10 malam yang ketiga adalah terbebas dari api neraka.</p>
<p>Sementara terhadap kelompok yang kedua, ia tetap berpuasa. Ia tetap melaksanakan solat sebagaimana hari-hari di luar Ramadhan. Namun, ia tidak menemukan keistimewaan di dalam bulan ini. Sepulang dari aktivitas pekerjaan, ia seperti biasanya menonton tv sambil menunggu waktu berbuka, kemudian mandi, solat magrib, makan malam kemudian dilanjutkan dengan nonton tivi atau istirahat karena lelah setelah seharian bekerja. Tidak ada yang istimewa.</p>
<p>Sementara terhadap kelompok ketiga, ia kadang berpuasa kadang juga tidak. Aktivitas sehari-harinya lebih banyak digunakan dengan tidur karena menganggap bulan puasa sebagai bulan istirahat. Pun ia tidak berpuasa.</p>
<p>Dari analogi ketiga kelompok di atas tentunya kita dapat mengelompokkan diri masing-masing. Berada di dalam kelompok manakah diri kita? Alangkah bahagianya jika kita berada dalam kelompok pertama yang benar-benar mengistimewakan kehadiran bulan Ramadhan.</p>
<p>Terkadang sebagian muslimah yang sudah mengetahui keistimewaannya pun sulit mengatur hari-harinya bersama Ramadhan. Aktivitas pekerjaan yang menyita pikiran dan tenaga membuatnya lelah dan kalah untuk mengisi malam-malam Ramadhan dengan amalan ruhiyah. Ketika Ramadhan sudah diambang pintu, ia bertekad untuk menyambutnya dengan suka cita. Ia bertekad akan mengisinya dengan amalan ruhiyah. Namun, setelah berlalu satu malam, dua malam, dan seterusnya hingga Ramadhan berakhir ia tidak berhasil.</p>
<p>Pekerjaan dan penat menjadi alasan nomor satu yang membuatnya tertidur lelap. Ini adalah fenomena yang tidak bisa dipungkiri menjangkiti hampir setiap diri para muslimah. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita berusaha menyambut tamu istimewa Ramadhan dengan spesial? Sudahkah kita memaknainya dengan kondisi ruhiyah yang khusyu&#8217; berserah diri? Memohon ampun atas dosa dan khilaf di sebelas bulan yang telah terlewati? Karena di bulan inilah kesempatan dosa-dosa diampuni jika kita tidak yakin di bulan yang lain diampuni.</p>
<p>Menambah keimanan dengan mendekatkan diri kepada-Nya dengan bermunajat, bertahajjud atau bertarawih di malam-malamnya tentunya akan terasa perbedaannya. Karena pada malam-malam itu malaikat turun mengiringi hamba-hamba yang menegakkan solat.</p>
<p>Karenanya, sebisa mungkin untuk tidak terlalu sering mengonsumsi televisi di bulan Ramadhan. Karena jika kita melakukannya maka kita akan terseret oleh sihir cerita picisan sinetron yang tidak berkualitas. Alangkah lebih baiknya jika kita melakukan solat tarawih atau bahkan tidur untuk mempersiapkan tenaga menegakkan solat lail (solat tahajjud di tengah malam).</p>
<p>Ramadhan adalah bulan latihan untuk menempa diri. Bulan tidak makan dan tidak minum untuk perbaikan metabolisme tubuh. Bulan dimana kita ’dipaksa’ untuk melakukan aktivitas terbaik dengan istirahatnya tubuh dari makan dan minum. Bulan dimana kita mengaktifkan sel-sel tubuh yang lain, yaitu potensi otak dan hati kita. Bulan dimana kita bisa mendapatkan pahala dimana di bulan-bulan sebelumnya kita belum tentu mendapatkannya. Bulan dimana dengan solat sunah saja kita mendapat pahala yang sama besarnya dengan solat wajib. Bulan dilipatgandakannya pahala. Tidakkah kita bersyukur dengan adanya Ramadhan? Subhanallah, Allah begitu sayang pada kita. Ia menurunkan rahmat-Nya melalui Ramadhan. Bulan dimana kita bisa berkesempatan meraih pahala, rahmat, hidayah dan ampunan-Nya.</p>
<p>Jika kita ingin diberi dengan suatu hadiah yang mulia, maka marilah kita muliakan sang tamu dengan suatu yang mulia. Istimewakanlah tamu itu, niscaya kita tidak akan menyesal di kemudian hari. Apalagi jika ternyata tanpa kita sadari dan duga, kita tidak akan bertemu lagi di Ramadhan berikutnya. Sukses Ramadhan, tergantung seberapa jauh kita mempersiapkan diri. Persiapan fisik, pikiran dan mental insya Allah akan membuat Ramadhan kita berkualitas.</p>
<p>Sukses Ramadhan, tergantung seberapa jauh kita mempersiapkan diri. Persiapan fisik, pikiran dan mental insya Allah akan membuat Ramadhan kita berkualitas.</p>
<p>Mengapa saya menulis tentang Ramadhan saat sekarang, padahal Ramadhan masih 2 bulan lagi. Karena biasanya, kita baru tersadar kalau Ramadhan sudah diambang mata. Apalagi bagi para pekerja kantoran yang selalu dihiasi target deadline setiap harinya. Pastinya mereka seperti terseret arus putaran waktu, hingga dilarutkan dengan pekerjaan kantor yang tak ada habisnya. Dan tiba-tiba, Ramadhan datang, lewat dan pergi tanpa kita sadari.</p>
<p>Ramadhan bulan mulia, bulan suci yang kita analogikan sebagai tamu. Bagaimanakah biasanya kita mempersiapkan tamu agung yang akan berkunjung ke rumah kita? Ibarat seorang pejabat tingkat tinggi dari negara lain yang berkunjung ke Indonesia, maka sejumlah persiapan diadakan dari jauh-jauh hari. Mulai dari persiapan penyambutan oleh sekompi pasukan angkatan darat maupun udara, persiapan acara untuk sang tamu, hingga acara penutupan. Semuanya harus dipersiapkan dengan baik agar tidak meninggalkan kesan buruk di mata sang tamu.</p>
<p>Ramadhan adalah tamu agung yang Allah telah memuliakannya di banding bulan-bulan lainnya. Ayat dan hadist tentang beberapa kemuliaan Ramadhan tentu sudah sering kita baca dan dengar melalui kajian internet dan ceramah-ceramah agama. Salah satunya adalah hadis berikut :</p>
<p>Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw -pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (HR Ath-Thabarani) .</p>
<p>Bulan Ramadhan, bulan dilipatgandakan pahala dan bulan diampuninya dosa-dosa. Beribadah sunnah di bulan ini pahalanya sama dengan mengerjakan pahala ibadah wajib. Kemudian Allah juga memberikan kemuliaan berupa tiga hal yaitu 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dan 10 hari terakhir adalah terbebas dari api neraka. Dan dibulan ini ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Jika melihat istilah saya pada tulisan bagian pertama, Ramadhan adalah bulan obral pahala, Ramadhan is Great Sale. Maka, siapa yang tak ingin menyiakan bulan penuh rahmat itu?</p>
<p>Karenanya, sedini mungkin kita melakukan persiapan untuk menyambut Ramadhan. Persiapan itu alangkah baiknya dimulai dari bulan Rajab, bulan yang juga merupakan salah satu bulan yang Allah muliakan.</p>
<p>Mengapa ada hadist Nabi : “Allahumma ballighna fii Rajaba wa Syaban wa ballighna Ramadan”? Artinya : Ya Allah, sampaikan kami pada (bulan) Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami pada (bulan) Ramadhan. Hal ini secara tersirat dimaksudkan agar kita mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan melakukan amalan ruhiyan sejak bulan Rajab tiba.</p>
<p>Amalan-amalan yang bisa dilakukan bisa berupa amalan yang bersifat fikriyah (pikiran/wawasan), jasadiyah (fisik), maupun ruhiyah (mental). Untuk persiapan fikiran, kita bisa menggali ilmu dengan membaca buku-buku tentang keutamaan Ramadhan dan buku lainnya yang memperluas wawasan. Seperti buku-buku sejarah nabi, mukjizat Al Quran, dan juga buku tentang fikih yang membahas tentang tata cara solat dan puasa sunnah, dan lain-lain. Bagi seorang muslim, fikih itu sangat penting dipelajari. Karena, pepatah mengatakan : “Amal tanpa ilmu akan sia-sia.” Dan ilmunya amal adalah Fikih.</p>
<p>Begitu pula, dengan persiapan jasadiah/fisik, bisa dilakukan dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur. Tujuannya untuk membantu mengeluarkan sisa-sisa pembuangan berupa kotoran dan racun dari dalam tubuh. Atau bisa juga ditambah dengan suplemen atau berbekam yang membantu proses detoksifikasi. Sehingga ketika memasuki Ramadhan, kondisi tubuh benar-benar dalam keadaan sehat sempurna, sehingga terhindar dari lemas, lelah apalagi sakit.</p>
<p>Sedangkan untuk amalan ruhiyah/mental bisa dengan berpuasa sunnah Rajab (lihat keutamaan berpuasa di bulan Rajab). Atau bagi yang belum melunasi hutang-hutangnya di bulan Ramadhan, kesempatan untuk melunasinya sejak bulan Rajab. Karena alangkah baiknya kita mendahulukan amalan wajib dengan melunasi hutang di bulan Ramadhan, baru setelahnya melakukan amalan sunnah.</p>
<p>Selain mendapat keutamaan dan pahala, dengan banyak melakukan puasa di bulan Rajab, secara tak langsung kita akan terbiasa dan tak canggung lagi untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Artinya fisik kita sudah ‘welcome’ untuk berpuasa ketika Ramadhan tiba. Bagi yang sering mengalami kelelahan fisik atau lemas ketika puasa di bulan Ramadhan, apalagi ditambah pekerjaan di kantor yang menguras tenaga dan pikiran, bisa jadi karena tidak membiasakan diri dengan puasa sunnah sebelum Ramadhan.</p>
<p>Dengan ketiga persiapan di atas, insya Allah kita bisa menyambut dan ‘memperlakukan’ Ramadhan –sang tamu- dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita bisa meraih banyak kemuliaan (lailatul Qadr) dari Ramadhan. Dan yang paling penting, seperti yang Allah maksudkan untuk orang-orang berpuasa adalah agar kita bertakwa (QS 2; 183).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=171&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/08/11/artikel-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>True Story..</title>
		<link>http://suhari.wordpress.com/2009/04/20/true-story/</link>
		<comments>http://suhari.wordpress.com/2009/04/20/true-story/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 06:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Areta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suhari.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Dari milis Sebelah..
25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur
karena Lukman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=168&subd=suhari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Century Gothic;"><span style="color:blue;">Dari milis Sebelah..</p>
<p>25 tahun yang lalu,<br />
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.<br />
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami<br />
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam<br />
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa<br />
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam<br />
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur<br />
karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku<br />
sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku..<br />
Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.</p>
<p>22 tahun yang lalu,<br />
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan<br />
keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya<br />
momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia<br />
bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi<br />
baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah,<br />
mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak<br />
dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus<br />
bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak<br />
mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk<span id="more-168"></span><br />
memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin,<br />
suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.</p>
<p>19 tahun yang lalu,<br />
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang<br />
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke<br />
kursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak<br />
&#8216;Horeee, Iya bisa terbang&#8217;. Begitulah dia<br />
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu<br />
merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak<br />
jarang berteriak, &#8216;Iya sayaaang,&#8217; jika sudah<br />
terdengar suara &#8216;Prang&#8217;. Itu artinya, ada yang<br />
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca..<br />
Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat<br />
dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya<br />
terpental. Dan dia cuma bilang &#8216;Kenapa semua kaca di<br />
rumah ini selalu pecah, Ma?&#8217;</p>
<p>18 tahun yang lalu,<br />
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal<br />
dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin<br />
lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak<br />
membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi<br />
jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.<br />
&#8216;Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain<br />
bola!&#8217; tapi aku tidak suka dia menangis terus minta<br />
bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku<br />
bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang<br />
sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola<br />
itu. &#8216;Horee, Iya jadi pemain bola.&#8217;</p>
<p>17 Tahun yang lalu<br />
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan.<br />
Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak<br />
akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak<br />
tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku<br />
tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari<br />
sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola<br />
sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah<br />
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku<br />
mengalahkan kehati-hatianku dan &#8216;Iyaaaa&#8217;. Sebuah<br />
truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya<br />
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku<br />
sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang<br />
kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku<br />
bekerja sementara<br />
pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah<br />
konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata<br />
&#8216;Coba kalau kamu tak belikan ia bola!&#8217;</p>
<p>15 tahun yang lalu,<br />
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang<br />
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan<br />
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya<br />
mulai banyak dibe! ntak. Aku hanya bisa membelainya. Dan<br />
bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat<br />
marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku<br />
tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar<br />
negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk<br />
mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan<br />
dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia<br />
memang pergi ke Malaysia .</p>
<p>13 tahun yang lalu,<br />
Setahun sejak keper! gian Kania, keuangan rumahku sedikit<br />
membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar<br />
kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk<br />
SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya.<br />
Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa<br />
melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan<br />
pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku<br />
miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh<br />
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi<br />
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku<br />
harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup<br />
tegar.</p>
<p>10 tahun yang lalu,<br />
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.<br />
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu<br />
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan<br />
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.<br />
&#8216;Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.&#8217; Mungkin<br />
itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar<br />
dia tidak marah walau tak urung menangis juga.<br />
&#8216;Sabar ya, Nak!&#8217; hiburku.<br />
&#8216;Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak<br />
diganggu!&#8217; pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku<br />
maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam<br />
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari<br />
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah<br />
semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak<br />
pernah menunjukkan<br />
kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di<br />
bangku SMP.!</p>
<p></span></span> <!-- / message --> <!-- sig --></p>
<div>__________________</div>
<div>
<div class="page" style="width:990px;text-align:left;">
<div style="padding:0 20px;">
<div id="edit236588" style="padding:0 0 6px;">
<table id="post236588" class="tborder" border="0" cellspacing="1" cellpadding="6" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="thead"></td>
</tr>
<tr>
<td class="alt2" style="padding:0;"></td>
</tr>
<tr>
<td class="alt1">
<div id="post_message_236588"><span style="font-family:Century Gothic;"><span style="color:blue;"><br />
7 tahun yang lalu,<br />
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku,<br />
kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar<br />
kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika<br />
aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang<br />
membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi<br />
TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini<br />
yang cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karena<br />
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai<br />
habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan<br />
rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah<br />
itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha<br />
kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak<br />
kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku<br />
baik-baik saja.</p>
<p>4 tahun lalu,<br />
Kamila tak pernah telat ! mengirimi aku uang. Hampir tiga<br />
tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan di<br />
rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan<br />
laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan<br />
sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu<br />
adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah<br />
ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.<br />
Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca<br />
dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu<br />
hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa<br />
salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat<br />
tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti<br />
setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin<br />
untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih<br />
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.</p>
<p>3 tahun 6 bulan yang lalu,<br />
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian<br />
pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan dia<br />
diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami<br />
majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis,<br />
aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin<br />
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta<br />
bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari<br />
maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku<br />
selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku<br />
hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia<br />
memang bersalah.</p>
<p>2 tahun 6 bulan yang lalu,<br />
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah.<br />
Dan dia harus menjalani ! hukuman gantung sebagai<br />
balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis<br />
sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya<br />
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah<br />
keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.<br />
Wahai Allah kuatkan aku.</p>
<p>Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia .<br />
Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.<br />
Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak.<br />
Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku<br />
masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke<br />
arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.</p>
<p>&#8216;Bapak, Iya Takut!&#8217; aku memeluknya lebih erat<br />
lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.<br />
&#8216;Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?&#8217;<br />
&#8216;Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya<br />
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia<br />
jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan<br />
, Pak!&#8217; Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib<br />
anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa<br />
apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku<br />
dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat.<br />
Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku,<br />
tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di<br />
Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita<br />
itu.</p>
<p>2 tahun yang lalu,<br />
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan<br />
hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah<br />
datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.<br />
Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu<br />
membuka papan yang diinjak anakku. Dan &#8216;blass&#8217;<br />
Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis.<br />
Setelah yakin suda! h mati, jenazah anakku diturunkan<br />
mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.<br />
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku<br />
mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air<br />
mata aku melihat garis wajah yang kukenal.<br />
&#8216;Kania?&#8217;<br />
&#8216;Mas Har, kau &#8230; !&#8217;<br />
&#8216;Kau &#8230; kau bunuh anakmu sendiri, Kania!&#8217;<br />
&#8216;Iya? Dia..dia . Iya?&#8217; serunya getir menunjuk<br />
jenazah anakku.<br />
&#8216;Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola<br />
jika sudah besar.&#8217;<br />
&#8216;Tidak &#8230; tidaaak &#8230; &#8216; Kania berlari ke arah<br />
jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit<br />
histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan<br />
secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia<br />
diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya &#8216;Terima kasih<br />
Mama.&#8217; Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah<br />
tahu wanita itu ibunya.</p>
<p>Setahun lalu,<br />
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku.<br />
Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir<br />
kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan<br />
di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang<br />
mengantarkan<br />
jenazahnya padaku, dia sering berteriak, &#8216;Iya<br />
sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.&#8217; Kamu tahu Kania,<br />
kali ini yang pecah adalah hatiku.</span></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suhari.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suhari.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suhari.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suhari.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suhari.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suhari.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suhari.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suhari.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suhari.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suhari.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suhari.wordpress.com&blog=1829024&post=168&subd=suhari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suhari.wordpress.com/2009/04/20/true-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3fae02164e61560d8df01bff41b8d2dd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Areta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>