Posts filed under 'Uncategorized'
di tilang Polisi Jangan Panik
Melalui Surat Telegram (ST), Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono menegaskan, surat tilang berwarna biru atau biasa disebut slip biru masih berlaku. Dengan slip tilang itu, pelanggar lalu lintas bisa langsung membayar denda ke bank tanpa perlu mengikuti disidang.
Pelanggar yang langsung mengakui perbuatannya akan diberi slip biru oleh polisi lalu lintas dan dapat menyetor denda ke BRI. Bukti setoran lalu dibawa ke kantor polisi untuk mengambil SIM, demikian seperti dilansir Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Sabtu (13/12/2008).
Namun jika pelanggar merasa tidak bersalah, dapat meminta slip merah agar dapat membela diri di pengadilan. Dengan slip ini, pelanggar harus mengambil SIM ke pengadilan setempat, lanjutnya.
Dalam ST tersebut, Condro Kirono juga memerintahkan agar para petugas di lapangan yang menegakkan aturan terhadap pelanggar lalu lintas untuk menghindari cara-cara arogansi/pungli karena dapat merugikan dan merusak citra dari isntitusi Polri.
Dengan surat tersebut, Condro berharap komplain terhadap polisi yang tidak mau memberi slip biru kepada pelanggar lalu lintas di SMS 1717 berkurang. Malah kalau bisa zero complain, kata Condro Kirono.
Add comment November 4, 2009
SOCRATES
SOCRATES
Socrates (469-399 BC) adalah seorang filosof Yunani. Ia dikenal luas memiliki kearifan dan kecerdasan luar biasa. Tak mengherankan jika banyak sekali pemuda pada masa itu ingin menimba ilmu darinya, entah tentang bisnis, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.
Salah seorang pemuda diantaranya dijanjikan bertemu pada pagi hari di pantai.
Sebelumnya pemuda tersebut sudah mengutarakan kepada Socrates tentang keinginannya untuk belajar tentang bagaimana meraih kesuksesan.
Merekapun bertemu di tempat yang sudah mereka sepakati.
Socrates langsung memerintah pemuda itu masuk ke laut sampai air laut menenggelamkan tubuh mereka sebatas leher. Tanpa memberi komando, tiba-tiba Socrates menenggelamkan kepala pemuda tersebut. Dengan sekuat tenaga pemuda itu berjuang agar kembali ke permukaan.
Setelah melihat pemuda itu hampir pingsan, Socrates baru mengangkatkan kepala pemuda itu. Begitu muncul di permukaan air, pemuda itu langsung menarik nafas kuat-kuat untuk mengisi paru-parunya dengan udara. Socrates lalu bertanya kepada pemuda itu, Sewaktu di dalam air, apa yang paling kamu butuhkan?
Udara, jawab pemuda itu singkat sambil terengah-engah.
Itulah rahasia kesuksesan. Jika kamu ingin sukses, harus berjuang seperti kamu membutuhkan udara di dalam air. Kamu pasti sukses! kata Socrates penuh makna sembari meninggalkan pemuda itu.
Pesan:
Sebetulnya diantara faktor-faktor terpenting untuk meraik kesuksesan adalah kemauan keras untuk berbuat sesuatu. Siapapun orangnya berpeluang menjadi orang sukses. Meskipun latar belakang pendidikan atau masa lalu seseorang tentu saja memberikan sentuhan-sentuhan peluang menjadi lebih besar.
Dengan kemauan yang keras, setiap orang dapat sukses di manapun dan di bidang apapun. Banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar. Manusia tidak pernah kekurangan kekuatan, tetapi kurang kemauan, Victor Hugo. Salah satu contohnya adalah Tirto Utomo yang dulu ditertawakan karena menjual air mineral dalam kemasan.
Berkat kemauan keras dan perjuangannya, kini usahanya menggurita seiring dengan semakin populernya air mineral dalam kemasan.
Sukses sangat ditentukan oleh kuatnya kemauan dari dalam diri sendiri untuk belajar dan bekerja keras, dan meningkatkan kualitas diri. Tantangan atau kendala apapun berusaha diatasi dengan memberikan yang terbaik dan menjalani dengan sungguh-sungguh.
Kekuatan seseorang bukan datang dari kapasitas fisiknya, tetapi dari kemauan yang sungguh-sungguh, tegas Mahatma Gandhi.
Add comment October 8, 2009
Cara Update Face Book. murah
dari email teman2nya teman.
Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan
Tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah..
Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan,
Cekikikan sambil melihat sesuatu yang Ada di tangannya. Bahkan saking
Asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan
Mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya. Karena penasaran, diriku
Pun bertanya Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering
Dipanggil Son AMA pelanggannya
Son.. Mie ayamnya siji maning sooon..), sedang apa kok asik bener di
Pojokan? tanyaku
He mas ganteng( satu hal yang aku suka dari Jason adalah :
Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!
WADEZIG!!
weehhh Njenengan fesbukan juga to?? tanyaku heran
Ya iyalah mas Hareee geneee Ga fesbukan?!.. . Lagian kan lumayan
Juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata Pak Hermawan
Kertajaya kan dalam berdagang Kita harus selalu melakukan diferensiasi
Termasuk dalam hal pemasaran mass..
GLEK!! Kalah gw
Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo Ada yg namanya
Hermawan Kereta Jaya
emang mas statusnya apa? tanyaku penasaran
nih mas aku bacain :
Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah
Kuah, beli empat gratis timbang badan Takutnya anda obesitas
Segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi.
Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati Ampela, usus Dan jeroan ayam
Lainnya..
GUBRAK!!
Dua kosong untuk mas Jason
Gw yg uda lama fesbukan aja Ga bisa bikin status se atraktif dia..
Tapi Ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake aku kira
Henponnya blekberi atau minimal nokia Seri baru yang uda bisa pake
Internetan. Selidik punya selidik, ternyataa Henponnya lawas bin
Jadul HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, Dan masih pake
Antena luar kayak radio AM
mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa
Halusnya henpon lawas) Gimana caranya??
Owwh.. Gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim
Ke Tri? Jawab dia datar
Ohh.. Mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?
Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati Dia itu pacar
Saya, sama-sama dariTegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam! Jadi
Kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status
Saya, Lha Wong dia tiap Hari di depan komputer jagain warnet. Paling
Sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali Murah
To
Mendadak kepalaku pusing. Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus
Hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler
Dari mas Jason
BRUK!!
lho mas.. Mas Jadi beli mie ayam ndakkepriben iki?
MAU UPDATE STATUS GRATIS
PAKE TRI
MAU???
Add comment October 7, 2009
Ibu Saya Bukan Teman Facebook Saya
Kami tertarik dengan tanggapan Ibu Rani yang menulis komennya di www.kompas.com untuk tulisan Digital Native vs Digital Immigrant yang dimuat di kolom ini beberapa waktu lalu.
Di sana Ibu Rani mengatakan: Anak saya umurnya 20 tahun dan adalah contoh digital native karena dia memang hidup 24 jam online.saya adalah digital immigrant, orang yang mencoba untuk bisa masuk ke dunia digitalnya anak saya Dan yang menyedihkannya, ketika coba ikut Facebook dan add anak saya (lewat friend request), dia malah ignore bukannya malah confirm.
Ibu Rani ternyata tidak sendirian ikut-ikutan Facebook. Seperti yang telah ditulis sebelumnya, Facebook saat ini semakin dibanjiri oleh ibu-ibu. Menurut data yang dirilis oleh Facebook sendiri, pertumbuhan tercepat populasi di situs jejaring sosial ini adalah segmen 35 tahun ke atas. Dan menurut Erick Qualman dalam Socialnomics, segmen yang juga cukup pesat tumbuhnya adalah wanita umur 55-65 tahun.
Ibu Rani juga bukan satu-satunya yang diabaikan oleh anaknya ketika mengirim friend request di Facebook. Karena ibu-ibu lain pun juga banyak yang di-ignore oleh anak-anaknya. Dan fenomena My Mom is My Friend, But Not My Facebook Friend ternyata menjadi fenomena global.
Seorang kolumnis di New York Times, Michelle Slatalla, pernah menulis tentang hal ini di harian tersebut dengan judul OMG My Mom Joined Facebook!! Di dalam artikel tersebut ditulis bahwa dinamika dunia Facebook adalah refleksi hubungan kita di dunia offline. Pengalaman yang didapatkan oleh seorang ibu di jaman sekarang ketika masuk ke dunia online lewat Facebook dan malah tidak dianggap oleh anaknya mungkin merefleksikan bahwa si ibu itu tidak menjadi bagian dari jejaring sosial anaknya di dunia offline (baca: nyata).
Lori Aratani menulis hal yang kurang lebih sama di Washington Post di dalam artikel berjudul When Mom or Dad Asks To Be a Facebook Friend. Di sana ditulis bahwa semakin banyak orang tua jaman sekarang yang ikut Facebook dan ternyata mereka tidak hanya add anaknya saja, tapi juga teman-teman anaknya. Banyak yang confirm friend request dari orang tua mereka. Tapi banyak pula yang ignore karena kurang sreg untuk memasuki orang tua mereka ke dalam komunitas jejaring mereka di dunia online. Bagi mereka itu seperti mengajak orang tua ikut main bareng dengan teman-teman.
Di dalam bukunya Me, MySpace, and I: Parenting the Net Generation, Larry Rosen mengatakan bahwa fenomena jejaring sosial dianggap oleh orang tua sebagai jendela yang transparan untuk melihat secara dekat gerak-gerik perilaku anak mereka. Makanya mereka berbondong-bondong masuk ke dunia online ini untuk seakan beraksi ibarat intel. Di sisi lain, anak-anak mereka menganggap dunia online adalah milik mereka, dan orang dewasa (terutama kaum digital immigrant) hanyalah penyusup.
Confirm or Ignore?
Internet membuat dunia semakin transparan. Di dalam situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, Plurk, dan lain sebagainya, kita bisa tahu banyak hal termasuk apa yang dilakukan, dirasakan, dikatakan oleh teman kita. Di situs tersebut, berbagai hal yang sifatnya pribadi bisa kita lihat di halaman profil mereka.
Ada yang sengaja membuka profilnya untuk umum. Ada juga yang membuka profilnya untuk dilihat oleh orang-orang yang telah disetujui dan dipastikan (confirmed) untuk jadi temannya. Lewat sistem seperti ini kita tidak perlu ragu menaruh data pribadi tentang diri kita. Di Facebook, contohnya, kita bisa buka-bukaan, tampil apa adanya dan merasa nyaman karena mereka yang kita konfirm adalah orang-orang yang ingin kita bawa masuk ke dunia komunitas kita.
Steve Jones, seorang professor ilmu komunikasi di Chicago, mengatakan bahwa selama ini ada pemikiran yang salah. Di dunia online terlihat betul bahwa orang-orang cenderung menjauhkan apa-apa yang sifatnya pribadi bukan ke mereka yang tak dikenal, tapi justru kepada orang yang mereka kenal dekat. Artinya mereka tidak peduli apakah yang mereka share di dunia online itu dilihat oleh orang-orang umum. Tapi mereka sangat peduli ketika hal-hal yang sifatnya private justru dilihat oleh orang yang mereka kenal dekat.
Apa yang dibilang oleh Steve Jones mungkin ada benarnya. Situs jejaring sosial yang bermunculan sampai sekarang yang pasti telah membuat kata teman jadi lebih blur. Di dunia online seperti ini, orang asing (strangers) kita anggap teman, sedangkan dengan teman yang notabenenya adalah teman kita sebenarnya atau orang yang kita kenal dekat, justru kita malah berinteraksi dengan canggung.
Pertanyaan confirm or ignore yang dilematis ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak ketika mendapat friend request dari para orang tua di rumah. Di kantor pun fenomena yang sama juga dirasakan oleh para karyawan ketika ingin berteman dengan boss-nya. Jared Sandberg menulis hal ini di artikel berjudul OMG My Boss Wants to Friend Me On My Online Profile yang dimuat di harian Wall Street Journal.
Seperti yang ditulis di sana, dengan adanya Facebook, hubungan yang hirarkis antara atasan dan bawahan di dunia offline, mendadak terlihat horizontal di dunia online. Dan pada akhirnya sisi pribadi sesungguhnya dari boss dan karyawan jadi terlihat betul. Meskipun demikian banyak karyawan yang tidak rela untuk berteman dengan boss-nya di Facebook, karena itu tandanya ia harus mengorbankan segala bentuk hal yang sifatnya personal. Begitu juga sebaliknya dengan si boss ketika di add sebagai teman di Facebook oleh anak buahnya.
Confirming the Community
Satu yang dapat dijadikan alasan kenapa fenomena yang diceritakan di atas terjadi adalah karena pada dasarnya karakter si ibu tidak relevan dengan tujuan, identitas, dan nilai-nilai yang miliki oleh komunitasnya si anak. Meskipun sama-sama on di dunia Facebook, bukan berarti para orang tua bisa in ke dunia komunitas jejaring sosial anaknya. Karena untuk masuk ke sana, diperlukan karakter yang sejalan dengan tujuan, identitas, dan nilai-nilai yang dijunjung tunggi oleh komunitas anaknya.
Dulu di era legacy, aktivitas targeting the segment menjadi langkah strategi yang menentukan gerak-gerik arah pemasaran suatu perusahaan. Di sana konsumen yang menjadi target pasar dieksploitasi oleh pemasar lewat 4P-nya (product, price, place, and promotion). Dan itu semua dilakukan tanpa peduli, suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, selama konsumen menjadi target market sebuah perusahaan, konsumen akan menerima bentuk eksploitasi tersebut.
Di era New Wave ini, praktek yang demikian menjadi tidak lagi relevan. Sejalan dengan apa yang dibahas kemarin, kita tidak lagi berbicara tentang targeting the segment namun confirming the community. Karena di era pemasaran seperti ini, orientasi pemasaran berbasiskan komunitas konsumen yang saling kenal bukan lagi segmen konsumen yang tidak kenal satu sama lain. Praktek yang dilakukan dalam rangka konfirmasi terhadap (dan oleh) komunitas ini sendiri bernuansakan horisontal, karena pada dasarnya langkah ini dijalankan dua arah.
Bukan saja perusahaan yang mengkonfirm sebuah komunitas karena kemiripannya dengan karakter merek perusahaan, namun juga si komunitas sendiri harus mengkonfirm bahwa perusahaan yang ingin masuk ke dalam komunitas tersebut adalah teman yang baik.
Hal yang terpenting yang harus dilakukan oleh pemasar dalam hal ini adalah mencari relevansi antara komunitas dan perusahaan. Percuma saja kalau sebuah komunitas jumlah anggotanya banyak, pertumbuhan jumlah anggotanya juga terus meningkat. Namun, ternyata komunitas tersebut tidak punya relevansi yang sama dengan kita alias tidak punya identitas dan nilai-nilai yang sama.
Hermawan Kartajaya
Add comment October 7, 2009
3 sesi Kehidupan
3 Sesi Kehidupan
Hari kemarin. (PAST)
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…
Hari esok. (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja…
tapi……
Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan
melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,
meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!
Add comment September 15, 2009
1 syawal 1430H?
VIVAnews- Majelis Ulama Indonesia menyatakan dalam penetapan 1 Syawal selalu berdasarkan sidang itsbat yang dilakukan Departemen Agama bersama ormas-ormas Islam.
“Sidang itsbat akan dilakukan pada 19 September, berdasarkan 29 Ramadhan. Kami menunggu dari situ,” kata salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin dalam keterangan pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa 15 September 2009.
Namun, tambah dia, kemungkinan besar 1 Syawal jatuh pada Ahad, 20 September 2009. “Karena hilal pada Sabtu malam sudah mencapai 3 derajat sampai 5 derajat,” kata dia.
Kemungkinan juga tak ada perbedaan pelaksanaan hari raya Idul Fitri. “Karena sudah di atas 2 derajat, kemungkinan semua akan menetapkan hari Ahad adalah hari raya. Kemungkinan tak ada perbedaan,” tambah dia.
Dijelaskan Ma’ruf, perbedaan selama ini terjadi karena letak hilal. “Perbedaan selama ini karena hilal di bawah dua derajat,” tambah dia.
Sebelumnya, Menteri Agama, Maftuh Basyuni mengatakan 1 Syawal 1430 H jatuh pada Minggu 20 September 2009.
Menurut Maftuh, hari itu diperkirakan berdasarkan perhitungan yang memprediksi bahwa tanggal 19 September, hilal berada di atas ufuk.
Jika pemerintah menentukan 1 Syawal jatuh pada 20 September, itu sama dengan perhitungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Add comment September 15, 2009
Kantor Pemerintah VS Kantor Swasta
Beberapa hari yang lalu ada dua pengalaman yang sangat bertolak belakang antara satu dan lainnya yang melahirkan tulisan ini
saya yakin banyak di antara kita yang tahu dan merasakan sendiri kejadiaanya
Pagi hari dengan semangat 45 karena ijin cutinya cuman setengah hari jam 8.15 sudah sampai di Bank Mandiri Wisma Batamindo untuk mengurus buku Rekening yang hilang.
Dengan sigap petugas Satpam membukakan pintu dan menyapa dengan ramah ” Selamat pagi pak,Ada yang bisa di bantu?.”
terus saya menyampaikan maksud saya dan dipersilakan untuk mengambil nomor antri.Sesampai di Customer servise,juga di sambut dengan hangat dan di akhir percakapan tak lupa dia mengucapkan,. “Ada lagi pak yang mau di tanyakan, terima kasih pak Selamat siang..”.sapanya sebelum saya bergegas pulang.
Dalam hati saya seandainya semua pelayanan umum seperti ini maka sungguh sangat menyenangkan..Tapi itu hanya sebagian contoh saja.
Satu jam berikutnya saya sudah sampai di kantor Camat di Batu Aji untuk mengurus KK yang kemarin camatnya lupa tanda tangan.
sehingga waktu saya mengurus paspor langsung di tolak dan di ruruh kembali
Sampai di Kantor Camat tak ada yang menyapa..apalagi membukakan pintu seperti di bank Mandiri tadi..petugas satpol PP juga sibuk mengobrol sambil merokok.langsung saja saya menuju salah satu loketnya dan mengutarakan maksud saya yang HANYA minta tandatangan camat. Oleh petugas pelayanan di suruhnya saya ke salah satu Ruangan di ujung.dan karena ngga tahu langsung saja saya nyelonong masuk,tanpa melihat bahwa orang -orang yang duduk diluar pintu juga antri.di dalam ruangan saya menyampaikan maksud saya dan di jawab dengan ketus oleh petugas..Silakan Tunggu di luar…
Karena tidak ada nomor antrian kami saling ingat saja siapa tadi yang di depan . Satu jam lebih saya menunggu akhirnya bisa masuk juga tanpa ada panggilan nomor antri .
Saya duduk dan bertanya.. lalu di jawab,” Pak Camat tidak ada di tempat pak”.!
Coba bayangkan…sudah menunggu satu jam lebih dan setelah menunggu Pak Camat tidak di tempat..hancur..bukan
terus saya bilang”.kenapa ibu dari tadi ngga bilang kalau pak Camat tidak di tempat,kan saya bisa langsung pulang tanpa menunggu lama seperti ini bu…
Dengan wajah dongkol langsung saya berdiri dan terus mengomel..Astafigrulah..
Sampai di luar masih di sambut oleh teriakan seorang bapak yang ngga terima KTP yang ia urus ternyata tertukar fotonya dengan orang lain.
Seandainya urusan seperti ini..di layani seperti Bank Mandiri tadi…tentu tidak seperti ini akhirnya…
Semoga bisa menjadi pengalaman berharga……
Add comment August 19, 2009
DIRGAHAYU INDONESIA
Ketika anda diminta menunjuk apa yang anda maksud dengan indonesia, apa yang akan anda tunjuk? Merah putih? Garuda? Pancasila? Orang Indonesia? Soekarno – Hatta? Atau sebuah petak dalam peta? Atau tulisan “Indonesia”? Begitulah. Setiap kali kita diminta menunjuk Indonesia maka kita akan menunjuk pada tanda atau simbol yang menggambarkan Indonesia. Karena Indonesia adalah imaji. Indonesia adalah ide. Kita yakini keberadaan indonesia tetapi tidak pernah bisa kita tunjuk. Indonesia ada dalam benak kita. Sebagaimana pandangan Ben Anderson, bangsa adalah sebuah komunitas yang dibayangkan.
Oleh karena itu, ketika berbicara mengenai indonesia jauh lebih penting kesadaran subyektifitas setiap orang daripada kenyataan obyektif yang ada. Indonesia adalah sebentuk imaji yang kita sadari dengan segala pengalaman historis, harapan dan impian kita. Pengalaman berbeda akan membentuk indonesia yang berbeda. Keunikan harapan dan impian akan menentukan keunikan indonesia yang kita bayangkan. Kesadaran subyektif akan indonesia ini yang akan menentukan tindakan-tindakan kita terhadap indonesia. Imaji kita akan menginspirasi tindakan kita. Image inspire action.
Menengok sejarah, imaji mengenai indonesia telah lama ada jauh sebelum dunia mengenai negara kesatuan Republik Indonesia. Jauh sebelum proklamasi. Tan Malaka di awal abad 20, tanpa lelah mempromosikan sebentuk imaji “Repoeblik Indonesia” mulai dari jawa, sumatera, singapura, bahkan sampai hongkong dan rusia. Beberapa tahun kemudian ide tentang Indonesia Merdeka di cetuskan oleh Soekarno dan bergaung dalam dada banyak orang.
Pada saat itu, setiap orang dengan bebas mengimajinasikan dan mengimajinasikan kembali sebentuk indonesia. Bagi segelintir orang, ide indonesia adalah ide konyol. Tak heran mereka memilih berdiam diri atau malah menjadi aparat Belanda hingga ajal menjelang. Ada yang membayangkan ide indonesia sebagai sebuah janji tanah impian. Tak heran berduyun-duyun orang bergerak memperjuangkan kemerdekaan republik yang baru berumur beberapa hari.
Selama puluhan tahun kemudian, indonesia sebagai sebuah imaji diyakini dan diperjuangkan sebagai tatanan kehidupan bersama. Hidup bersama sebagai sebuah bangsa, bangsa indonesia. Lahir berbagai dialog yang mengkomunikasikan pemahaman akan tindakan-tindakan yang boleh, yang harus, dan mana yang tidak boleh.
Sepanjang perjalanan bangsa indonesia, ribuan bahkan jutaan imaji mengenai indonesia lahir. Ada yang mati. Ada yang hidup. Ada yang terus berkembang. Dinamika imaji ini adalah dinamika perjalanan bangsa indonesia.
Sampai suatu ketika, lahir dan bangkit sebuah rejim otoriter. Rejim yang menetapkan interpretasi tunggal atas indonesia. Di luar interpretasi itu, bukanlah indonesia. Entah dituduh sebagai kebarat-baratan. Atau bahkan dituduh sosialisme atau komunis. Imaji selain interpretasi tunggal di bunuh, sebagaimana nasib orang yang mengusung imaji tersebut.
Indonesia adalah milik kita semua. Milik dalam arti yang paling hakiki. Karena indonesia bukanlah emblem di jaket kita yang bisa di sobek sewaktu-waktu. Karena indonesia bukan pula stiker yang menempel di kendaraan kita yang bisa kita kelupas kapan saja. Karena indonesia bukanlah foto profil di Facebook kita yang bisa kita ganti semaunya. Indonesia adalah imaji yang kita imajinasikan dalam benak kita. Kita bisa imajinasikan indonesia sebagai tempat kumuh, dimana kita berusaha mengisolasi diri dan menutup hidung ketika berada di dalamnya. Kita bisa imajinasikan sebagai rumah nyaman, dimana kita akan kembali walau kemanapun langkah kita pergi. Apapun bisa kita imajinasikan. Walau kita sama-sama bangsa indonesia, kita menjalani keindonesiaan dengan penghayatan unik kita.
dari email teman
Add comment August 19, 2009
Pernikahan Perempuan Hamil
AssalaamualaikumUstadz, akhir-akhir ini atau bisa dikatakan pada jaman sekarang banyak terjadi kehamilan diluar nikah, maksudnya hamil dulu baru menikah. Dan untuk menutupi rasa malu orangtua, maka dilakukan pernikahan pada saat pengantin perempuan sedang hamil. Apakah kejadian hamil diluar nikah ini bisa dikategorikan zina ? Bagaimana dengan hukum Islam (rajam/cambuk) ? (more…)
Add comment November 13, 2007
Membayar Hutang Kartu Kredit
Membayar Hutang Kartu Kredit
Tiap kartu kredit bisa saja memilki suku bunga kredit yang berbeda, tergantung dari bank atau perusahaan yang menerbitkannya. Yang perlu disadari adalah jika Anda hanya membayar tagihan sejumlah minimal saja tiap bulan maka sisa tagihan tersebut akan dibungakan dan dibungakan kembali (inilah yang disebut dengan bunga berbunga). Ibaratnya seperti bila Anda mengalami luka dan dari luka itu Anda mengalami pendarahan yang terus menerus dan makin banyak. Karena itu jika Anda memilki tagihan dari beberapa Kartu Kredit dan semuanya sudah melebihi batas (over limit), maka sebaiknya berikan saja porsi pembayaran paling besar kepada Tagihan Kartu Kredit yang suku bunganya paling tinggi terlebih dahulu. Ingat lho, berikan porsi pembayaran paling besar kepada Tagihan Kartu Kredit yang suku bunganya paling tinggi, bukan pada Kartu Kredit yang jumlah tagihannya paling besar.
Cara mengatur pembayaran hutang beberapa kartu kredit yang besar tagihannya tidak sama adalah sebagai berikut :
Langkah 1: Tulislah suku bunga masing-masing ke 3 kartu kredit Anda beserta Pembayaran Minimal yang harus Anda lakukan. Contohnya dibawah ini:
Kartu
Kredit Suku
bunga Pembayaran
Minimal
Bank A 3,2% Rp 250.000 ,-
Bank B 4,0% 200.000 ,-
Bank C 2,8% 300.000 ,-
Total Rp 750.000 ,-
Langkah 2: Usahakan agar Anda menyisihkan jumlah dana tertentu setiap bulan untuk membayar Tagihan Kartu Kredit Anda. Jumlah dana itu kalau bisa harus lebih besar daripada jumlah Pembayaran Minimal yang harus Anda bayar. Sebagai contoh, dalam kasus diatas, jumlah Pembayaran Minimal yang harus Anda bayar adalah Rp 750.000,- . Ini berarti, ada baiknya apabila jumlah pembayaran yang Anda bayar setiap bulan adalah lebih dari Rp 750.000,-. Contohnya Rp 1.000.000,-.
Langkah 3: Kurangi budget yang harus Anda bayar setiap bulan tersebut dengan jumlah Pembayaran Minimal yang disyaratkan. Dalam contoh diatas, ini berarti kurangi Rp 1.000.000,- dengan Rp 750.000,-.Dana yang Anda sisihkan setiap bulan Rp 1.000.000,-
Pembayaran Minimal 750.000,-
Selisih lebih Rp 250.000,-
Langkah 4: Masukkanlah selisih lebih sebesar Rp 250.000 ,- diatas ke dalam pembayaran tagihan Kartu Kredit yang men-charge suku bunga paling besar. Dalam hal ini berarti Kartu Kredit B. Dengan demikian, kalau tadinya Anda membayar Rp 200.000,- untuk Kartu Kredit B, sekarang Anda membayar jumlah sebesar Rp 450.000,- untuk Kartu Kredit B. Ini berarti, komposisi pembayaran yang Anda lakukan akan menjadi seperti dibawah ini: Kartu
Kredit Suku
bunga Pembayaran
Minimal
Bank A 3,2% Rp 250.000 ,-
Bank B 4,0% 450.000 ,-
Bank C 2,8% 300.000 ,-
Total Rp 1.000.000 ,-
Langkah 5: Lakukan terus hal tersebut sampai Tagihan Kartu Kredit B lunas. Jika Tagihan Kartu Kredit B lunas, maka ulangi lagi langkah tersebut diatas pada Kartu Kredit yang men-charge suku bunga yang paling tinggi berikutnya. Dalam contoh diatas ini berarti pada Kartu Kredit A. Jangan lupa bahwa kalau tadinya selisih lebih Anda adalah Rp 250.000,- (Rp 1 juta dikurang Rp 750 ribu), sekarang selisih lebih yang Anda miliki lebih besar lagi, yaitu Rp 1 juta dikurang Pembayaran Minimal Kartu Kredit A + C, yaitu Rp 550 ribu, menjadi Rp 450 ribu. Itulah selisih lebih Anda. Jangan lupa bahwa Kartu Kredit B Anda sudah lunas kan? Lakukan terus langkah tersebut hingga Tagihan Kartu Kredit Anda lunas seluruhnya.
Perlu diingat bahwa dalam melunasi Tagihan Kartu Kredit yang banyak dan membengkak, Anda mungkin tidak selalu bisa melunasinya dengan cepat. Tetapi dengan langkah-langkah yang saya berikan diatas, maka Tagihan Kartu Kredit Anda bisa lunas perlahan-lahan sampai nantinya habis sama sekali. Selamat melunasi tagihan Anda.
Add comment November 6, 2007
