Bisnis Sampingan, Bagi Pekerja Kantoran

March 6, 2009

Menghadapi situasi krisis seperti sekarang, kita memang harus memutar otak. Gaji? Pas-pasan saja. Mau minta kenaikan? Rasanya kok tidak mungkin. Apalagi jika kita bekerja di perusahaan dengan sistem “padat karya”: punya karyawan banyak, tapi digaji rendah. Punya bisnis sampingan? Hmmm….it sounds interesting. Tapi, apa tidak menimbulkan masalah di kantor? Bagaimana kiat punya bisnis sampingan yang “aman’?

ETIKA MEMILIKI BISNIS SAMPINGAN

Peluang bisnis sampingan sudah tertangkap. Tapi, mau memulai Anda masih ragu-ragu. Berbagai pertanyaan pun berlompatan di benak. Perlukah minta izin pada bos? Apakah perusahaan “rela” kita punya bisnis lain? Apa tidak seperti “perusahaan” di dalam perusahaan? Sebenarnya, bagaimana etika punya bisnis sampingan bagi pekerja kantoran? Menurut etika, punya bisnis sampingan itu sah-sah saja, selama itu dilakukan di luar jam kerja. Kita tidak memanipulasi jam kantor. Maka, kita harus bisa membagi waktu dengan baik. Untuk menghindari lembur, gunakan jam kerja sebaik mungkin. Jika pekerjaan utama beres di jam kantor, bisnis sampingan bisa kita garap sesudahnya. Jadi, intinya, selama main job alias pekerjaan utama kita beres maka punya bisnis sampingan, etis saja. Jika memungkinkan, kita bisa minta izin atau setidaknya memberitahu atasan. Atasan atau pemimpin pasti tidak ingin dikorbankan. Asal, kita tetap bisa mempertahankan kinerja yang profesional, bos pasti tidak keberatan. Sebaliknya, jika urusan bisnis membuat produktivitas kita menurun sehingga merugikan perusahaan, bos berhak menegur kita.

MEMILIH PARTNER DAN JENIS USAHA

Selain isteri, suami atau saudara, kita bisa juga memilih rekan kerja kita sebagai partner kerja. Karena ini usaha kecil yang masih baru, di awal kerja sama, kita harus jelaskan kemungkinan- kemungkinan terpahit. Misalnya, tidak akan menerima gaji jika bisnis belum menghasilkan keuntungan. Mengajak rekan kerja sebagai rekan bisnis, memang ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, kita sudah tahu betul kualitas, kinerja dan kekuatan ekonomi rekan yang kita ajak berbisnis. Namun, kelemahannya, jika kita tidak bisa mengatur waktu dan strategi dengan baik, kita akan menemui kendala yang berkaitan dengan perusahaan, tempat kita bekerja. Maka, kita harus bisa mengaturnya dengan baik. Usahakan, jangan gunakan waktu kerja untuk membahas bisnis sampingan. Jangan pula, terlihat terlalu mencolok karena akan menimbulkan kecemburuan di antara rekan kerja. Untuk awalnya, dalam menjalankan bisnis sampingan ini, sebaiknya kita tidak terlalu tergantung pada orang lain. Kita harus bisa melakukannya sendiri. Contoh usaha yang bisa dikelola sendiri adalah broker barang bekas. Kita sendiri yang mencari pasarnya sekaligus suppliernya. Pekerjaan semacam ini bisa dilakukan sendiri dan tidak menyita banyak waktu. Apalagi sekarang ini, kita bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Produk kita bisa dipromosikan lewat dunia maya; milis, website, dan blogspot. Jadi, jangkauannya bisa lebih luas. Salah satu pertanyaan yang selalu menggelitik, etiskah jika kita mempromosikan produk kita kepada klien perusahaan? Tidak masalah, asal tidak sampai merugikan perusahaan kita. Kita bisa jelaskan kepada klien bahwa bisnis sampingan kita tidak ada hubungannya dengan perusahaan, tempat kita bekerja. Kita meminta klien melihat kita sebagai seorang individu yang terlepas dari perusahaan.

HARUS TEKUN

Punya bisnis sampingan di luar pekerjaan kantoran kita, tentu sah-sah saja. Asal, pertama, tidak ada conflict of interest di kantor. Kedua, tidak memanipulasi waktu kerja. Ketiga, kualitas dan produktivitas kerja tetap terjaga. Keempat, tetap profesional. Untuk dapat survive, dibutuhkan ketekunan. Usahakan pula, bisnis itu tidak memberatkan kita. Artinya, tidak butuh modal dan risiko besar. Karena bisnis sampingan hanyalah sebagai tambahan penghasilan. Jangan sampai justru menggerogoti penghasilan utama kita. Dan, sebagai profesional, kita harus bisa mengantisipasi keadaan buruk yang tidak kita harapkan.

Indayati oetomo

Entry Filed under: Bisnis. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Anda Pengunjung yang ke

Kata Mutiara Hari ini

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. - Alexander Graham Bell

Top Posts

 

March 2009
M T W T F S S
« Jun   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

KUMPULAN

Komentar Terbaru

andy on Artikel Ramadhan
Gamat Obat Stroke on Ginjal
SANTI on Ginjal

RSS BERITA HARI INI

Recent Posts

Fileku

Spam Blocked

YM

wise word

VISITORS