Ginjal
March 4, 2008
Gagal Ginjal Bukan Akhir Segalanya
Banyak hal perlu diperhatikan sebelum seorang penderita gagal ginjal melakukan cangkok ginjal. Apa sajakah itu? Ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Kita memiliki sepasang ginjal. Bentuknya seperti biji kacang, berukuran 11 cm x 6 cm x 3 cm dan melekat pada dinding belakang rongga perut. Pada orang dewasa, berat ginjal adalah antara 120-170 gram. Walau ukurannya kecil, namun ginjal memiliki fungsi yang sangat penting. Karena itu, sudah seharusnya Anda berusaha untuk selalu menjaga kesehatan organ yang satu ini.
Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Sebaliknya, dalam kehidupan sehari-hari, perhatian kita lebih banyak tercurah pada hal-hal lain, semisal pekerjaan, urusan keluarga, atau harta benda yang kita miliki. Anda yang memiliki mobil misalnya, seberapa sering Anda memeriksa kondisi radiator, atau air aki? Mungkin setiap minggu, atau mungkin setiap pagi. Sebaliknya, berapa kali dalam setahun Anda memeriksakan fungsi ginjal di laboratorium? Mungkin sekali dalam lima tahun, atau bahkan belum pernah. Padahal, ginjal bekerja sepanjang hari selama Anda hidup, sedangkan mobil tentu tidak digunakan sepanjang hari. Fakta ini, rasanya perlu Anda renungkan.
Apalagi jika mengingat fungsi ginjal yang demikian penting. Fungsi utama ginjal adalah menyaring dan membersihkan darah, membuang zat-zat yang tidak berguna dan menyerap kembali zat-zat serta air yang masih bermanfaat bagi tubuh. Adapun fungsi ginjal yang lain adalah: mengatur tekanan darah, memelihara kesehatan tulang, dan berperan pada proses pematangan sel darah merah. Menyimak aneka fungsi ginjal ini, maka bisa disimpulkan bahwa jika terjadi penyakit atau gangguan pada ginjal maka hal itu akan berpengaruh pada berbagai sistem tubuh yang lain.
Gagal ginjal
Penyakit ginjal sangat beragam. Ada yang merupakan penyakit primer pada ginjal, namun ada juga yang merupakan bagian dari penyakit lain (sekunder). Penyakit ginjal primer bisa berupa: peradangan ginjal, infeksi ginjal, penyakit ginjal obstruktif (akibat sumbatan, misalnya oleh batu), tumor ginjal, keracunan obat-obatan, dan penyakit ginjal bawaan. Selain itu, penyakit ginjal juga bisa merupakan akibat dari suatu penyakit lain misalnya diabetes mellitus (kencing manis), asam urat darah yang terlalu tinggi, penyakit autoimun semisal lupus, hipertensi (tekanan darah tinggi), infeksi di tempat lain (malaria, atau tuberkulosis), dan lain-lain.
Semua penyakit ginjal tersebut bila tak diobati atau ditangani secara memadai bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan pada akhirnya mengarah pada terjadinya gagal ginjal. Nah, yang disebut terakhir ini, sangat ditakuti banyak orang. Begitu menakutkannya, mungkin ada yang mengibaratkan sebagai lonceng kematian. Padahal sejatinya, tidak demikian. Penderita gagal ginjal bisa ditolong dengan cuci darah. Dan bila ingin lepas dari ketergantungan pada cuci darah, cangkok (transplantasi) ginjal — walau biayanya mahal — bisa menjadi pilihan. Bahkan, beberapa rumah sakit di Indonesia pun sudah bisa melakukan operasi pencangkokan ginjal ini.
Menurut dokter Herman Yuliantama, kepala unit hemodialisis pada Nusantara Stroke & Medical Centre, Jakarta, gagal ginjal adalah penurunan semua fungsi ginjal secara bertahap, diikuti penimbunan sisa metabolisme protein dan gangguan keseimbangan cairan serta elektrolit. Sekitar 40 persen kasus gagal ginjal, kata Herman, diakibatkan oleh penyakit diabetes (kencing manis). Sementara tekanan darah tinggi bertanggung jawab atas 25 persen kasus gagal ginjal. Penyebab lain adalah penyakit genetik seperti kelainan kekebalan atau cacat lahir, juga penyalahgunaan (pemakaian) obat tanpa resep dokter.
Sebelum memutuskan untuk melakukan transplantasi ginjal, seorang penderita gagal ginjal biasanya mendapat pertolongan berupa cuci darah. Cuci darah ini harus dilakukan secara rutin minimal dua kali dalam seminggu. ”Sekali cuci darah, bisa menghabiskan dana 660 ribu rupiah. Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang dihabiskan untuk melakukan cuci darah dalam seminggu, atau sebulan, bahkan setahun,” tutur dokter Indrawati Sukadis, koordinator tranplantasi ginjal pada Instalasi Penyakit Dalam Ginjal Hipertensi (PDGH) Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta.
Dibanding cuci darah, transplantasi ginjal merupakan cara ideal untuk mengatasi gagal ginjal. ”Tranplantasi ginjal merupakan pilihan yang menguntungkan dari sisi ekonomi dan kesehatan pasien, karena biayanya akan lebih murah ketimbang cuci darah yang harus dilakukan seumur hidup,” kata Indra.
Selain itu, ginjal yang dicangkokkan nantinya dapat mengambil alih seluruh (100 persen) fungsi ginjal. Bandingkan dengan cuci darah, yang hanya mengambil alih 70-80 persen fungsi ginjal alamiah. Memang, ada ancaman komplikasi setelah transplantasi dilakukan. Tapi sekarang, hal itu bisa diatasi dengan obat-obatan imunosupresif untuk mencegah reaksi penolakan. Bila proses ini berhasil, penderita bisa beraktivitas kembali secara normal.
Lebih jauh Indra menjelaskan, transplantasi ginjal merupakan serangkaian tindakan yang diawali dengan mempersiapkan calon resipien (penerima) dan calon donor, diikuti tindakan bedah untuk memindahkan ginjal donor ke tubuh resipien. ”Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian obat anti penolakan terhadap ginjal cangkok”. Calon resipien adalah penderita gagal ginjal dengan fungsi ginjal yang turun di bawah 10 persen. Sedangkan calon donor adalah semua orang yang sehat dan ikhlas untuk memberikan satu ginjalnya kepada resipien. Untuk donor, bisa berupa donor hidup yang berasal dari keluarga seperti orang tua, saudara kandung, paman, bibi, saudara sepupu, atau lainnya. Di samping donor hidup, ginjal juga bisa berasal dari donor jenazah.
Persyaratan transplantasi
Sebelum menjalani proses transplantasi, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon pasien. Syarat-syarat itu adalah: * Pasien tidak mengidap penyakit jantung koroner, stroke, atau kelainan pembuluh darah.
* Pasien tidak mengidap penyakit ganas, seperti kanker.
* Pasien tidak menderita penyakit lever aktif, serta penyakit infeksi hepatitis B, C, HIV/AIDS, dan tuberkulosis paru. Seandainya, pasien menderita penyakit-penyakit seperti di atas, maka ia perlu mendapat perawatan terlebih dahulu.
Tak cuma calon resipien, persyaratan juga dikenakan pada calon donor. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh donor adalah: * Umur 21-65 tahun.
* Tidak mengidap hipertensi, penyakit diabetes, kanker, penyakit jantung, atau penyakit autoimun.
* Tidak menderita hepatitis B, C, ataupun HIV.
* Fungsi ginjal donor normal.
* Keserasian golongan darah dengan calon resipien. Hal ini sangat penting untuk kesuksesan transplantasi.
* Reaksi silang (crossmatch) negatif.
Di Indonesia, khususnya di Rumah Sakit PGI Cikini, operasi transplantasi ginjal sudah dilakukan sejak tahun 1977. Setidaknya, sudah 264 kali, operasi transplantasi dilakukan di rumah sakit ini. Selain PGI Cikini, masih ada delapan rumah sakit lain di Indonesia yang mampu melakukan transplantasi ginjal, antara lain RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS Gatot Subroto, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Advent Bandung, dan RS Dr Sarjito Yogyakarta. Hanya saja, operasi transplantasi memerlukan biaya yang relatif besar, yaitu sekitar Rp 75 juta sampai Rp 120 juta, tergantung kelasnya
Entry Filed under: Kesehatan. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
arip | September 10, 2008 at 4:10 am
bagi teman2 yang kesulitan mencari penjaual ginjal, sy ingin menhual ginjal sya,
saya pria 25 tahun, gol darah B, bebas narkoba, bebas minuman keras, hubungi saya di 081912161812, arip………..
2.
SANTI | April 5, 2009 at 7:25 am
Bagi anda yang membutuhkan donor ginjal, anda bisa hubungi saya. Santi 23 th gol darah B, sehat,tidak minum alkohol atau narkoba. Diutamakan wilayah Bandung terutama Bandung timur. Tidak ada harga yang saya tawaran.Hanya biaya akomodasi atau transport saja, untuk biaya pengganti apabila jauh. Tapi bila anda orang kaya saya minta sedikit untuk membantu kehidupan keluarga saya. Bagi anda yang butuh hubungi email saya di : chaxbeeian@rocketmail.com
3.
Gamat Obat Stroke | August 10, 2009 at 12:27 pm
Ngeri ya.. kok pada jualan ginjal di sini? Sayang dong mas dan mba, hidup ke depan nanti menderita.