Archive for March 4th, 2008

jantung

jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada.
bagian kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah.
agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida).
jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

fungsi jantung

pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).
kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan.
setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru.
darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri.
peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh).
darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

pembuluh darah

keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri,arteriola, kapiler, venula dan vena.

arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi.
kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung.
arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu.

kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung).
kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah.

dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung.
vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri; sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.

pasokan darah ke jantung

otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel
suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan.

arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta; vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan.

sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler).

gejala-gejala penyakit jantung
nyeri

jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang.
angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup.
jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. beberapa orang myang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).

jika darah yang mengalir ke otot yang lainnya (terutama otot betis) terlalu sedikit, biasanya penderita akan merasakan nyeri otot yang menyesakkan dan melelahkan selama melakukan aktivitas (klaudikasio).

perikarditis (peradangan atau cedera pada kantong yang mengelilingi jantung) menyebabkan nyeri yang akan semakin memburuk ketika penderita berbaring dan akan membaik jika penderita duduk dan membungkukkan badannya ke depan.
aktivitas fisik tidak menyebabkan nyeri bertambah buruk.
jika menarik nafas atau menghembuskan nafas menyebabkan nyeri semakin membaik atau semakin memburuk, maka kemungkinan juga telah terjadi pleuritis (peradangan pada selaput yang membungkus paru-paru).

jika sebuah arteri robek atau pecah, penderita bisa merasakan nyeri tajam yang hilang-timbul dengan cepat dan tidak berhubungan dengan aktivitas fisik.

kadang arteri utama (terutama aorta) mengalami kerusakan.
suatu aneurisma (penonjolan aorta) bisa secara mendadak mengalami kebocoran atau lapisannya mengalami robekan kecil, sehingga darah menyusup diantara lapisan-lapisan aorta (diseksi aorta). hal ini secara tiba-tiba menyebabkan nyeri hebat yang hilang-timbul karena terjadi kerusakan yang lebih lanjut (robeknya aorta) atau berpindahnya darah dari saluran asalnya.
nyeri dari aorta seringkali dirasakan di leher bagian belakang, diantara bahu, punggung sebelah bawah atau di perut.

katup diantara atrium kiri dan ventrikel kiri bisa menonjol ke dalam atrium kiri pada saat ventrikel kiri berkontraksi (prolaps katup mitralis).
penderita kadang merasakan nyeri seperti ditikam atau ditusuk jarum.
biasanya nyeri terpusat di bawah payudara kiri dan tidak dipengaruhi oleh posisi maupun aktivitas fisik.

sesak nafas

sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung.
sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).

pada stadium awal dari gagal jantung, penderita merasakan sesak nafas hanya selama melakukan aktivitas fisik. sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak akan terjadi ketika penderita melakukan aktivitas yang ringan, bahkan ketika penderita sedang beristirahat (tidak melakukan aktivitas).
sebagian besar penderita merasakan sesak nafas ketika sedang berada dalam posisi berbaring karena cairan mengalir ke jaringan paru-paru. jika duduk, gaya gravitasi menyebabkan cairan terkumpul di dasar paru-paru dan sesak akan berkurang.

sesak nafas pada malam hari (nokturnal dispneu) adalah sesak yang terjadi pada saat penderita berbaring di malam hari dan akan hilang jika penderita duduk tegak.

sesak nafas tidak hanya terjadi pada penyakit jantung; penderita penyakit paru-paru, penyakit otot-otot pernafasan atau penyakit sistem saraf yang berperan dalam proses pernafasan juga bisa mengalami sesak nafas.
setiap penyakit yang mengganggu keseimbangan antara persediaan dan permintaan oksigen bisa menyebabkan sesak nafas (misalnya gangguan fungsi pengangkutan oksigen oleh darah pada anemia atau meningkatnya metabolisme tubuh pada hipertiroidisme).

kelelahan atau kepenatan

jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. gejala ini seringkali bersifat ringan.
untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.

palpitasi (jantung berdebar-debar)

biasanya seseorang tidak memperhatikan denyut jantungnya. tetapi pada keadaan tertentu (misalnya jika seseorang yang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal yang dramatis), dia bisa merasakan denyut jantungnya.
jantungnya berdenyut dengan sangat kuat atau sangat cepat atau tidak teratur.

dokter bisa memperkuat gejala ini dengan meraba denyut nadi dan mendengarkan denyut jantung melalui stetoskop.
palpitasi yang timbul bersamaan dengan gejala lainnya (sesak nafas, nyeri, kelelahan, kepenatan atau pingsan) kemungkinan merupakan akibat dari irama jantung yang abnormal atau penyakit jantung yang serius.

pusing & pingsan

penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
gejala ini juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau saraf tulang belakang, atau bisa tanpa penyebab yang serius.
emosi yang kuat atau nyeri (yang mengaktifkan sebagian dari sistem saraf), juga bisa menyebabkan pingsan.

Add comment March 4, 2008

hati

Hati yang sehat bisa menyaring racun dan melakukan proses detoksifikasi secara optimal. Bila hati sakit, otomatis racun bakal tertumpuk dan tubuh rentan terkena penyakit serius, salah satunya sirosis. Apa yang harus dilakukan agar kita tak sakit hati?

Hati atau lever merupakan organ paling besar dan paling berat yang ada di dalam tubuh. Beratnya sekitar 3 pound atau 1,3 kg. Letaknya berada di bagian atas sebelah kanan abdomen dan di bawah tulang rusuk.

Organ hati yang cukup besar ini setara dengan fungsinya yang cukup berat. Setidaknya lebih dari 500 pekerjaan dilakukan oleh lever. Hati menjadi tempat menyaring segala sesuatu yang dikonsumsi maupun dihirup manusia, termasuk yang diserap dari permukaan kulit.

Dalam situs Hepatitis Foundation International disebutkan, lever bertindak sebagai mesin tubuh, dapur, penyaring, pengolah makanan, pembuangan sampah, dan malaikat pelindung. Masalahnya, hati merupakan teman yang pendiam. Manakala ada sesuatu yang salah, ia tidak mengeluh hingga terjadi kerusakan lebih jauh.

Perlu kepedulian kita supaya hati terjaga, tetap sehat dan bebas dari penyakit. Untuk memperoleh kondisi itu, kita harus menganut diet sehat, olahraga teratur, mendapat udara bersih, dan menghindari hal-hal yang dapat merusak hati.

Kerja Berat
Yang menyedihkan, umumnya kita hanya memiliki sedikit pemahaman tentang fungsi hati yang sedemikian rumit, vital, dan bekerja tiada henti. Sebelum bayi lahir, hatinya berperan sebagai organ utama dalam pembentukan darah. Saat tumbuh menjadi seorang manusia, fungsi pokok hati adalah menyaring dan mendetoksifikasi segala sesuatu yang dimakan, dihirup, dan diserap melalui kulit. Ia menjadi pembangkit tenaga kimia internal, mengubah zat gizi makanan menjadi otot, energi, hormon, faktor pembekuan darah, dan kekebalan tubuh.

Hati juga menyimpan beberapa vitamin, mineral (termasuk zat besi), dan gula, mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta ekskresi kolesterol. Empedu yang dihasilkan oleh sel hati membantu mencerna makanan dan menyerap zat gizi penting. Juga menetralkan dan menghancurkan substansi beracun serta memetabolisme alkohol, membantu menghambat infeksi, dan mengeluarkan bakteri dari aliran darah. Tampak jelas, hati bukan hanya teman yang pendiam, tetapi juga sahabat baik.

Tugas hati memang sangat berat dan luas. Dikatakan oleh Dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, fungsi hati meliputi enzimatik, hormonal, dan darah. “Hati menyediakan enzim yang diperlukan untuk metabolisme, melakukan detoksifikasi, membentuk faktor pembekuan darah, dan beberapa hormon,” tuturnya.

Hati juga mendetoksifikasi dengan menetralkan racun dari obat-obatan, meski tidak semua obat berhasil didetoksifikasi hati. Bila tidak berhasil, bisa menimbulkan gangguan fungsi hati. Di satu sisi, bila terjadi gangguan dan membuat sebagian organ hati mesti dibuang, organ sisanya masih dapat berfungsi.

Untuk itulah, kesehatan organ hati mesti dijaga. Dijelaskan oleh konsultan gastro-enterolog hepatologi dari FKUI/RSCM itu, tindakan menjaga kesehatan hati dilihat dari dua hal, yaitu mencegah terjadinya hepatitis dan perlemakan hati (fatty liver).

Awas Gorengan
Upaya pencegahan hepatitis yang disebabkan oleh virus, seperti pada hepatitis B, dilakukan dengan vaksinasi. Hepatitis A tidak perlu divaksinasi karena biasanya hanya bersifat akut dan tidak kronis. Kecuali bila ada wabah hepatitis A, vaksinasi bisa dilakukan.

Lain halnya dengan hepatitis B. Tindakan perlindungan perlu dilakukan. Contohnya, jika pasangan menderita hepatitis B, harus ada perlindungan supaya tidak tertular. Pemeriksaan status hepatitis juga perlu dilakukan pada anggota keluarga. Jika belum terinfeksi, vaksinasi hepatitis B bisa diberikan. Selain itu, tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah tidak menggunakan alat yang berpotensi menularkan virus tersebut secara bersama-sama, misalnya sikat gigi dan pisau cukur.

Untuk masalah perlemakan hati, pola hiduplah yang mesti diubah. Fatty liver atau perlemakan hati, menurut dokter lulusan FKUI ini, terjadi akibat gaya hidup. “Sering mengonsumsi makanan berlemak atau gorengan dapat menimbulkan fatty liver,” ujarnya. Akibatnya sel-sel di dalam hati akan tertimbun lemak dan dapat menambah komplikasi pada hati.

Konsumsi alkohol secara berlebihan pun dapat menimbulkan perlemakan hati. Begitu juga dengan kondisi obesitas atau kelebihan berat badan. Dr. Ari menyarankan agar segera mengubah gaya hidup yang lebih menyehatkan. Dengan menghindari makanan penuh lemak dan kolesterol, menurunkan berat badan, berolahraga secara teratur, dan istirahat cukup, hati kita akan tetap sehat.

2 comments March 4, 2008

Ginjal

Gagal Ginjal Bukan Akhir Segalanya

Banyak hal perlu diperhatikan sebelum seorang penderita gagal ginjal melakukan cangkok ginjal. Apa sajakah itu? Ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Kita memiliki sepasang ginjal. Bentuknya seperti biji kacang, berukuran 11 cm x 6 cm x 3 cm dan melekat pada dinding belakang rongga perut. Pada orang dewasa, berat ginjal adalah antara 120-170 gram. Walau ukurannya kecil, namun ginjal memiliki fungsi yang sangat penting. Karena itu, sudah seharusnya Anda berusaha untuk selalu menjaga kesehatan organ yang satu ini.

Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Sebaliknya, dalam kehidupan sehari-hari, perhatian kita lebih banyak tercurah pada hal-hal lain, semisal pekerjaan, urusan keluarga, atau harta benda yang kita miliki. Anda yang memiliki mobil misalnya, seberapa sering Anda memeriksa kondisi radiator, atau air aki? Mungkin setiap minggu, atau mungkin setiap pagi. Sebaliknya, berapa kali dalam setahun Anda memeriksakan fungsi ginjal di laboratorium? Mungkin sekali dalam lima tahun, atau bahkan belum pernah. Padahal, ginjal bekerja sepanjang hari selama Anda hidup, sedangkan mobil tentu tidak digunakan sepanjang hari. Fakta ini, rasanya perlu Anda renungkan.

Apalagi jika mengingat fungsi ginjal yang demikian penting. Fungsi utama ginjal adalah menyaring dan membersihkan darah, membuang zat-zat yang tidak berguna dan menyerap kembali zat-zat serta air yang masih bermanfaat bagi tubuh. Adapun fungsi ginjal yang lain adalah: mengatur tekanan darah, memelihara kesehatan tulang, dan berperan pada proses pematangan sel darah merah. Menyimak aneka fungsi ginjal ini, maka bisa disimpulkan bahwa jika terjadi penyakit atau gangguan pada ginjal maka hal itu akan berpengaruh pada berbagai sistem tubuh yang lain.

Gagal ginjal
Penyakit ginjal sangat beragam. Ada yang merupakan penyakit primer pada ginjal, namun ada juga yang merupakan bagian dari penyakit lain (sekunder). Penyakit ginjal primer bisa berupa: peradangan ginjal, infeksi ginjal, penyakit ginjal obstruktif (akibat sumbatan, misalnya oleh batu), tumor ginjal, keracunan obat-obatan, dan penyakit ginjal bawaan. Selain itu, penyakit ginjal juga bisa merupakan akibat dari suatu penyakit lain misalnya diabetes mellitus (kencing manis), asam urat darah yang terlalu tinggi, penyakit autoimun semisal lupus, hipertensi (tekanan darah tinggi), infeksi di tempat lain (malaria, atau tuberkulosis), dan lain-lain.

Semua penyakit ginjal tersebut bila tak diobati atau ditangani secara memadai bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan pada akhirnya mengarah pada terjadinya gagal ginjal. Nah, yang disebut terakhir ini, sangat ditakuti banyak orang. Begitu menakutkannya, mungkin ada yang mengibaratkan sebagai lonceng kematian. Padahal sejatinya, tidak demikian. Penderita gagal ginjal bisa ditolong dengan cuci darah. Dan bila ingin lepas dari ketergantungan pada cuci darah, cangkok (transplantasi) ginjal — walau biayanya mahal — bisa menjadi pilihan. Bahkan, beberapa rumah sakit di Indonesia pun sudah bisa melakukan operasi pencangkokan ginjal ini.

Menurut dokter Herman Yuliantama, kepala unit hemodialisis pada Nusantara Stroke & Medical Centre, Jakarta, gagal ginjal adalah penurunan semua fungsi ginjal secara bertahap, diikuti penimbunan sisa metabolisme protein dan gangguan keseimbangan cairan serta elektrolit. Sekitar 40 persen kasus gagal ginjal, kata Herman, diakibatkan oleh penyakit diabetes (kencing manis). Sementara tekanan darah tinggi bertanggung jawab atas 25 persen kasus gagal ginjal. Penyebab lain adalah penyakit genetik seperti kelainan kekebalan atau cacat lahir, juga penyalahgunaan (pemakaian) obat tanpa resep dokter.

Sebelum memutuskan untuk melakukan transplantasi ginjal, seorang penderita gagal ginjal biasanya mendapat pertolongan berupa cuci darah. Cuci darah ini harus dilakukan secara rutin minimal dua kali dalam seminggu. ”Sekali cuci darah, bisa menghabiskan dana 660 ribu rupiah. Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang dihabiskan untuk melakukan cuci darah dalam seminggu, atau sebulan, bahkan setahun,” tutur dokter Indrawati Sukadis, koordinator tranplantasi ginjal pada Instalasi Penyakit Dalam Ginjal Hipertensi (PDGH) Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta.

Dibanding cuci darah, transplantasi ginjal merupakan cara ideal untuk mengatasi gagal ginjal. ”Tranplantasi ginjal merupakan pilihan yang menguntungkan dari sisi ekonomi dan kesehatan pasien, karena biayanya akan lebih murah ketimbang cuci darah yang harus dilakukan seumur hidup,” kata Indra.

Selain itu, ginjal yang dicangkokkan nantinya dapat mengambil alih seluruh (100 persen) fungsi ginjal. Bandingkan dengan cuci darah, yang hanya mengambil alih 70-80 persen fungsi ginjal alamiah. Memang, ada ancaman komplikasi setelah transplantasi dilakukan. Tapi sekarang, hal itu bisa diatasi dengan obat-obatan imunosupresif untuk mencegah reaksi penolakan. Bila proses ini berhasil, penderita bisa beraktivitas kembali secara normal.

Lebih jauh Indra menjelaskan, transplantasi ginjal merupakan serangkaian tindakan yang diawali dengan mempersiapkan calon resipien (penerima) dan calon donor, diikuti tindakan bedah untuk memindahkan ginjal donor ke tubuh resipien. ”Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian obat anti penolakan terhadap ginjal cangkok”. Calon resipien adalah penderita gagal ginjal dengan fungsi ginjal yang turun di bawah 10 persen. Sedangkan calon donor adalah semua orang yang sehat dan ikhlas untuk memberikan satu ginjalnya kepada resipien. Untuk donor, bisa berupa donor hidup yang berasal dari keluarga seperti orang tua, saudara kandung, paman, bibi, saudara sepupu, atau lainnya. Di samping donor hidup, ginjal juga bisa berasal dari donor jenazah.

Persyaratan transplantasi
Sebelum menjalani proses transplantasi, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon pasien. Syarat-syarat itu adalah: * Pasien tidak mengidap penyakit jantung koroner, stroke, atau kelainan pembuluh darah.
* Pasien tidak mengidap penyakit ganas, seperti kanker.
* Pasien tidak menderita penyakit lever aktif, serta penyakit infeksi hepatitis B, C, HIV/AIDS, dan tuberkulosis paru. Seandainya, pasien menderita penyakit-penyakit seperti di atas, maka ia perlu mendapat perawatan terlebih dahulu.

Tak cuma calon resipien, persyaratan juga dikenakan pada calon donor. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh donor adalah: * Umur 21-65 tahun.
* Tidak mengidap hipertensi, penyakit diabetes, kanker, penyakit jantung, atau penyakit autoimun.
* Tidak menderita hepatitis B, C, ataupun HIV.
* Fungsi ginjal donor normal.
* Keserasian golongan darah dengan calon resipien. Hal ini sangat penting untuk kesuksesan transplantasi.
* Reaksi silang (crossmatch) negatif.

Di Indonesia, khususnya di Rumah Sakit PGI Cikini, operasi transplantasi ginjal sudah dilakukan sejak tahun 1977. Setidaknya, sudah 264 kali, operasi transplantasi dilakukan di rumah sakit ini. Selain PGI Cikini, masih ada delapan rumah sakit lain di Indonesia yang mampu melakukan transplantasi ginjal, antara lain RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS Gatot Subroto, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Advent Bandung, dan RS Dr Sarjito Yogyakarta. Hanya saja, operasi transplantasi memerlukan biaya yang relatif besar, yaitu sekitar Rp 75 juta sampai Rp 120 juta, tergantung kelasnya

3 comments March 4, 2008


Anda Pengunjung yang ke

Kata Mutiara Hari ini

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. - Alexander Graham Bell

Top Posts

 

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

KUMPULAN

Komentar Terbaru

andy on Artikel Ramadhan
Gamat Obat Stroke on Ginjal
SANTI on Ginjal

RSS BERITA HARI INI

Recent Posts

Fileku

Spam Blocked

YM

wise word

VISITORS