Archive for November 1st, 2007
Apa Yang Kita Sombongkan?
Apa Yang Kita Sombongkan?
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?” (more…)
1 comment November 1, 2007
Atheis
Hari pertama nan indah di sebuah TK Mawar Merah yang diasuh oleh
seorang Ibu guru berjiwa Komunis.
Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol besar Dan ia mulai mengajar
kepada anak2 TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Tidak Bertuhan).
Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis, dan mulai berkata
pada anak2 TK di kelasnya itu:
” Anak-anak, penghapus papan tulis ini kelihatan gak???”, sambil
tangannya mengacung-acungkan penghapus di depan kelas…
“KELIHATAAAAAN !!!”, kata anak2 TK serempak dan bersemangat.
“Yang terlihat menunjukan Keber-ada-an maka,Kalau penghapus ini
kelihatan artinya penghapus ini ada nggaaak?”, tanyanya lagi kepada
murid muridnya.
“ADAAAAAAAA!!”, kata anak2 itu penuh semangat.
Kemudian ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu
mengambil sebuah kapur putih.
Kemudian berkata kembali pada murid-muridnya:
“Anak-anak KAPUR ini kelihatan nggaak???”, sambil tangannya kembali
mengacungkan kapur di depan kelas.
“KELIHATAAAAAN !!!”, kata anak2 TK serempak dan bersemangat.
“Nah !! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada…nggak?”
,tanyanya lagi kepada murid – muridnya.
“ADAAAAAAAA!!”, kata anak2 TK itu semangat tanpa tedeng aling2.
Lalu sang guru mulai memasukan doktrin2 komunismenya kepada anak-anak
TK tersebut.
“ANAK-ANAK ! TUHAN ITU KELIHATAN…..NGGAK????” Tanyanya lebih
semangat kepada anak muridnya.
“GAAAAAK!!”, teriak murid2 dengan polosnya.
“BERARTI TUHAN ITU. ADA GAAAAAAK????” tanya Ibu Guru lagi bersemangat.
“NGGAK ADAAAAAAAA!!”, kata anak2 TK itu tanpa mikir panjang.
Dipojok belakang kelas tiba2 berdiri Sinchan (murid paling badung).
Lalu ia berjalan dengan gagah ke depan kelas.
Dengan lantang dia berkata :
“KAWAN-KAWAN OTAK IBU KELIATAN.. NGGAAK???” tanyanya pada
teman-temannya sekelas.
“NGGAAAAAK!!”. teriak teman-temannya langsung dengan suara keras.
Kemudian ia bertanya lagi:
“BERARTI OTAK IBU GURU ADA NGGAAAAAAK??? “
“NGGAK ADAAAAAAAA!! “, jawab teman-temannya.
1 comment November 1, 2007
kalau bisa 4 kenapa harus 1
kalau bisa 4 kenapa harus 1
Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok pasca kenaikan harga BBM nampaknya sudah bukan hal yang aneh lagi. Bahkan sebelum harga BBM resmi naik,
harga-harga sudah mulai naik mendahului. Tentu saja hal ini membawa konsekuensi yang tidak sedikit pada anggaran rumah tangga setiap orang. Otomatis pengeluaran akan bertambah, sementara penghasilan….? (more…)
Add comment November 1, 2007
Istri Yang Pemaaf
Istri Yang Pemaaf
Oleh
Yon’s Revolta
Dimana ada kebesaran cinta
Disanalah selalu terbentang harapan
(Willa Cather, Novelis)
Enam bulan yang lalu
Tepatnya tanggal 16 Desember 2006, seorang ibu curhat kepada saya. Dia, seorang penjaja makanan keliling, salah satu langganan saya. Nariyah namanya. Waktu itu, matanya berkaca-kaca, raut mukanya tak bisa menyembunyikan aroma kesedihan yang dideritanya. Dengan terbata-bata bercerita. Suaminya, pergi meninggalkannya tanpa pamit alias minggat ke Kalimantan. Pergi tanpa sebab. Ternyata, kembali ke istrinya yang pertama. Memilukan. Oh..ya, Nariyah ini memang istri ketiga. Ia rela menjadi istri ketiga karena memang mencintai lelaki itu yang kemudian menjadi suaminya itu.
Saat mendapati suaminya minggat, pikiran kalut, sudah jelas.
Bagi yang masih punya rasa peduli, tak susah untuk sekedar ikut merasakan apa yang dialaminya. Bayangkan saja, bagaimana rasanya ditinggal orang yang dicintai. Tanpa pamit pula. Tanpa ada pemberitahuaan sebelumnya. Duka pastilah ada. Nariyah sendiri tahu kalau suaminya ke Kalimantan setelah menemui mertuanya. Menanyakan apakah suaminya pulang ke rumah orang tuanya. Ternyata tidak. Dari keterangan mertuanyalah Dia tahu kalau suaminya sudah berada di Kalimantan. Inu cerita enam bulan yang lalu.
Tadi siang saya bertemu kembali dengannya.
Biasa, membeli nasi rames yang dijualnnya cukup murah untuk ukuran mahasiswa. Saat membeli dagangannya, dengan nada gembira Dia berkata pelan kepada saya “Mas, suamiku wis balik”. Wah, kabar gembira nich, gumam saya dalam hati. “Gimana ceritanya” sambung saya.
Katanya, suaminya sempat minta persetujuannya boleh pulang menemuinya atau tidak. “Mak, aku meh balik, ojo nesu ya” (Mak, aku mau pulang, jangan marah ya). Begitu suaminya mengambil hati istrinya. Ternyata, Nariyah memang punya jiwa besar, bukan sosok pendendam. Dia, mempersilakan suaminya untuk pulang, kembali menemuinya. Melupakan masa lalu, melupakan kesedihan yang sempat dideritanya ketika enam bulan berada dalam kesendirian. Baginya, cukup hadirnya suami memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Begitulah Nariyah, istri yang sangat pemaaf.
Sebenarnya, Dia bisa saja menolak suaminya pulang kembali padanya. Dengan senyum penuh sipu, dia berkata kepada saya kalau sudah didekati oleh dua orang laki-laki, satu karyawan kantor, satu lagi seorang satpam kampus. Mereka siap kalau Nariyah menyatakan mau untuk dinikahi. Oh, rupanya Nariyah banyak yang suka juga. Tapi, mendengar suaminya pulang, tawaran kedua orang itu diurungkannya. Kini, yang saya tahu, bersama suaminya, Dia mulai hidup baru, dengan sejarah yang baru. Sejarah tentang kebesaran cinta, dan ketulusan seorang istri.
***
Sosok Nariyah, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Mungkin, dia merasakan pengkhianatan atas cinta. Darinya, kesedihan, kesunyian, kesepian terasakan. Namun, pada akhirnya bisa memaafkan orang yang selama ini berbuat jahat padanya. Tidak mengungkit masa lalu, menghargai orang yang mau kembali, orang yang mau berubah. Merajut kembali keharmonisan keluarga yang sempat retak. Nah, bagi siapapun yang sedang dilanda berbagai masalah, khususnya dalam berumah tangga, Nariyah bisa menjadi cermin. Sebuah pelajaran berharga bagaimana mengambil keputusan yang bijak demi utuhnya sebuah keluarga. Susah memang, tapi Nariyah bisa, kenapa kita tidak..?.
Add comment November 1, 2007
Belajar Bersyukur
Belajar Bersyukur
Lalai. Manusia selalu begitu. Kadang begitu luput. Ya, atas udara yang setiap hari kita hirup untuk nafas hidup kita. Tentang sehatnya tubuh kita hingga mudah untuk melakukan serangkaian aktivitas apa saja. Pun, tentang betapa rejeki Allah SWT yang telah mengalir dalam setiap detik kehidupan kita. Sungguh, sebuah kenikmatan yang semestinya tak boleh kita lupakan. Namun, lagi-lagi kita lalai. Jarang untuk bisa bersyukur atas apa yang ada. Atas apa yang kita punya dan nikmati. Maka, hari ini kita bisa belajar kepada seorang teman…
Kang Dayat namanya.
Sore. Sehari yang lalu, dalam perbincangan yang akrab, keping-keping hikmah mengalir dalam setiap cerita yang disampaikannya. Larut, saya menyimak dengan tenang. Tentu, dengan harap, rahasia tentang kehidupan yang mungkin masih tersembunyi bisa saya petik, agar saya bisa lebih memaknai warna-warni kehidupan yang hanya sementara ini.
Bermula dari hidupnya yang sederhana. Lantas, menikmati pekerjaannya sebagai cleaning service pada sebuah institusi pendidikan tinggi. Gajinya, tidak banyak. Maklum, masih menjadi honorer. Diapun tak tahu, entah kapan menjadi PNS. Yang dia tahu, bekerja dengan sebaik-baiknya atas amanah yang dibebankannya. Keluhan, sesekali memang muncul. Namun, dia lebih banyak untuk tidak terlalu membesar-besarkannya. Tiada guna, lebih baik nikmati saja. Bekerja dengan aroma kebahagiaan dalam kesehariannya. Begitulah, hari-hari berjalan.
Walaupun begitu. Dalam hidupnya yang pas-pasan, kini telah mempunyai seorang anak. Sedang masuk TK. Rupanya, memang skenario Allah itu selalu baik. Tinggal kitanya saja, bagaimana mensikapinya. Mungkin, tak ada yang percaya kalau dulu, waktu menikah, hanya bermodalkan RP 75 ribu, itu gajinya sebulan. Waktu itu di tahun 2001.
Begitulah, dengan modal itu, berniat melamar seorang gadis yang dicintainya. Indahnya, sang gadis mau-mau saja. Saya tak tahu. Mungkin perempuan yang kini menjadi istrinya itu juga percaya pada garis nasib dan rejeki yang akan diperoleh asalkan mau usaha. Entahlah, yang pasti ceritanya begitu. Sekarang saja, kalau mau tahu, gaji Kang dayat tak lebih dari Rp 300 ribu. Heran saya. Kok cukup ya. Tapi realitasnya memang begitu.
Setelah saya tanyakan kepadanya, tentang bagaimana memanajemen uang yang sedikit itu, baru saya tahu, resepnya memang bersyukur. Ya, dia selalu mensyukuri saja setiap harta yang diperolehnya. Kadang, hutang memang tak terelakkan. Itu romantika. Hanya saja, selama ini bisa tetap mempertahankan hidup bersama istri dan anaknya. Istrinya pun sama. Tak pernah menuntut lebih.
Dia memahami betul, gaji segitu memang mepet untuk hidup sebulan. Tapi dia lebih memilih menghargai suaminya yang telah bekerja. Ada sedikit penghasilan, daripada menganggur. Apalagi, suaminya juga pasti memberikan semua gaji dan rejeki yang diterima. Kalau ada keperluan, Kang Dayat ijin kepada istrinya untuk meminta uang demi keperluannya itu.
Kalau dipikir-pikir, mereka kok bisa hidup dan bertahan sampai kini. Ah, memang rasa syukur itu sebuah “keajaiban”. Seperti adanya dalam ajaran Islam. Kalau kita mau bersyukur atas apa yang ada, maka Allah SWT akan menambahkan rejeki kita. Begitulah, sebuah ajaran yang bisa menjadi prinsip hidup kita.
Kini, kita bisa bercermin. Saya percaya, banyak diantara kita yang punya penghasilan, punya harta yang lebih dari Kang Dayat, tapi masih saja selalu menggerutu, merasa kekurangan. Nah, inilah saatnya kita belajar tentang rasa syukur kepada beliau, sosok lelaki sederhana yang juga menjadi ketua RT untuk 40-an warga itu.
Ini bukan berarti kita tak mau berusaha lebih. Justru, kita mesti berpacu, bersemangat untuk menyongsong datangnya rejeki. Setelahnya, baru kita mensyukuri atas apa yang kita peroleh itu. Bukannya mengutuk diri sendiri lantas terus menerus merasa kekurangan. Bersyukur, inilah resepnya. Kalau sifat semacam ini bisa ada dalam diri kita. Insyallah, hidup senantiasa damai dan indah. Percayalah !.(yr)
Add comment November 1, 2007
If you wanna be rich..
If you wanna be rich..
Saya mau sharing sebuah cerita, semoga bermanfaat dan memberi
masukan berharga bagi kita, bahwa kesuksesan dan keberhasilan itu
memang harus di perjuangkan dan tidak datang dengan tiba-tiba.
Silahkan menjawab pertanyaan dibawah sebagai awal dari sebuah
cerita…
Pertanyaan pertama : siapa yang MAU menjadi kaya ?
Semua orang pasti akan angkat tangan.
Pertanyaan kedua : siapa yang BERUSAHA utk menjadi kaya ? Hanya
sebagian saja yang angkat tangan.
Pertanyaan ketiga : Siapa yang SUDAH kaya ?
Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.
Apa yang salah disini ?
Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan.
Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada
pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan
untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang
menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Macam-macam
penyebabnya. Mengapa ?
Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara instan tanpa perlu
bekerja keras. Alasan kedua, mereka mau bekerja keras, tapi “not in
the right track” sehingga kerja keras mereka tidak membuahkan hasil
sesuai yang diharapkan. Alasan ketiga, mereka tidak tahu harus
memulai dari mana, alasan terakhir mereka merasa cukup hidup yang
biasa-biasa saja, tidak perlu terlalu ambisius.”Ora usah ngoyo”,
begitu kata orang jawa.
Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja anda di
pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang yang
sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan
disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama
secara mudah kalau bisa ? saya juga mau ^_^
Ada beberapa cara untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah lahir
sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir dengn
nama belakang Onasis dan Hilton. Karena begitu lahir anda cukup
angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja.
Yang kedua adalah Kawin dengan anak orang kaya. Namun apabila anda
sudah menikah dan tidak mendapatkan “kesempatan” ini, anda bisa
dengan cara ketiga, yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada
beberapa cara lain, namun yang berikut lebih mengandalkan dewi
fortuna, misalnya anda menang undian atau dapat warisan mendadak
dari keluarga. Kalau dari semua cara tersebut anda tidak berhasil,
berarti anda memang harus menggapai melalui jalur kerja keras.
Cara ketiga yang menarik dan Halal. Bertemu dengan orang yang tepat.
Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya.
Perlu juga di imbangi dengan kerja cerdas (smart work). Orang yang
tepat adalah orang yang bersedia menjadi mentor kita, serta mau
membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga sudah kaya, jadi
bimbingan yang diberikan bukan cuma teori saja, tapi juga
pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar
dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari “lubang jebakan”
kegagalan.
Dalam kehidupan sehari-hari ini, seperti apa sih orang yang tepat
itu ? tidak mudah memang menemukan orang yang tepat. kalaupun
misalnya anda sudah ketemu denga orangnya. belum tentu juga dia mau
membimbing anda. Orang yang tepat tidaklah selalu membimbing anda
secara langsung, bisa juga teknik, sistem, prinsip, kisah sukses
orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan (wisdom).
Tidak usah berfikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar anda saja.
Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses yang bisa
anda contoh ? kalau ada cobalah untuk mengamati bagaimana proses
yang dia lakukan selama ini.
Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita
contoh itu tepat? Just Do It, seperti kata Nike.Lakukan saja. Dan,
jangan pula takut gagal, karena kita akan lebih banyak belajar dari
kegagalan daripada keberhasilan. tidak ada kesuksesan tanpa
kegagalan ataupun pengorbanan. Kita bisa belajar banyak dari mentor
ataupun pengalaman orang -orang sukses bagaimana mereka mencapainya.
Semoga Bermanfaat ^_^
Add comment November 1, 2007
Before the marriage:
Before the marriage:
He: Yes. At last. It was so hard to wait.
She: Do you want me to leave?
He: NO! Don’t even think about it.
She: Do you love me?
He: Of course!
She: Have you ever cheated on me?
He: NO! Why you even asking?
She: Will you kiss me?
He: Yes!
She: Will you hit me?
He: No way! I’m not such kind of person!
She: Can I trust you?
Now after the marriage you can read it from bottom to the top !!!!
Add comment November 1, 2007
MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA
MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA
Uang seringkali menjadi penyebab terjadinya perceraian. Perselisihan mengenai keuangan bisa saja terjadi disaat uang melimpah maupun disaat kekurangan uang. Masyarakat Indonesia merasa risih bila harus membicarakan masalah keuangan dalam keluarga. Oleh karena itu kami merasa perlu untuk terus menyerukan kepada semua kalangan masyarakat terutama pasangan suami istri untuk belajar saling terbuka mengenai keuangannya masing-masing. Kami sangat percaya bahwa setiap orang memiliki pandangan mengenai uang yang berbeda-beda karena suami atau istri dibesarkan di lingkungan yang berbeda. Kegagalan dalam membicarakan soal uang di dalam keluarga berpotensi menimbulkan permasalahan.
Banyak orang merasa bahwa membicarakan keuangan dalam keluarga adalah tabu. Namun menurut hemat kami, hal ini malah seharusnya dibicarakan. Kalangan ini pernah berpikir, Apakah dengan membiarkan persoalan keuangan dalam keluarga belarut-larut akan menyelesaikan segalanya? Atau bisa menjadi bola salju yang terus membesar? Persoalan kecil bisa menjadi besar bila tidak diatasi dan diselesaikan dengan bijak. Oleh karena itu dalam hal keuangan keluarga sangat dibutuhkan sebuah pola pengelolaan dimana masing-masing individu di dalam keluarga (suami dan istri) memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Dengan pembagian tanggung jawab serta diskusi yang mendalam dapat meringankan persoalan yang mungkin timbul di masa depan.
Berikut ini ada tiga tipe pengelolaan yang bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan Anda bersama pasangan Anda. Tentunya masih banyak lagi pola pengelolaan yang ada. Hal terpenting disini adalah saling keterbukaan serta menjalani kehidupan keluarga dengan tanggung jawab bersama.
1. Uang bersama dan Sistem Amplop
Penghasilan suami istri langsung digabung bersama. Setelah itu, gabungan kedua pendapatan langsung dialokasikan ke pos-pos pengeluaran rutin yang telah dihitung lebih dulu. Lazimnya, setiap pos diwakili oleh satu amplop. Pos-pos pengeluaran itu, pada beberapa keluarga, bukan saja kebutuhan rumah tangga makan minum, dan listrik saja, tapi juga termasuk membayar kredit rumah, cicilan mobil, listrik, telepon, uang sekolah anak, asuransi dan kebutuhan mobil (bensin, servis berkala, kerusakan, dan lain-lain). Bahkan tabungan, pengeluaran pribadi ayah-ibu dan liburan pun jadi amplop tersendiri. Bila ada sisa, dimasukkan ke dalam tabungan suami atau istri, atau khusus membuka lagi account bersama di bank untuk ‘menampung’ sisa amplop setiap bulannya.
2. Membagi Berdasar Persentase
Bentuk manajemen ini adalah membagi tanggung jawab dalam bentuk jumlah atau persentase Seluruh kebutuhan keluarga setiap bulan dihitung termasuk pos darurat dan pos tabungan. Masing-masing sepakat menyumbang sebesar jumlah tertentu untuk menutupi kebutuhan tersebut. Sisanya digunakan sebagai tabungan pribadi untuk kebutuhan pribadi. Misalnya, istri membeli parfum, lipstik, atau baju. Bisa juga tanpa menghitung kebutuhan keluarga terlebih dahulu, suami-istri memberi kontribusi yang sama berdasarkan prosentase. Misalnya 80:20. Artinya, masing-masing “menyetor” 80 persen dari gajinya. Sisa 20 persen disimpan untuk diri sendiri. Jika bisa berhemat, dari uang bersama yang 80 persen, bisa tersisa untuk tabungan keluarga, di samping suami dan istri juga masing-masing punya tabungan pribadi.
3. Membagi Tanggung Jawab
Misalnya, suami mengeluarkan biaya untuk urusan “berat”, seperti membayar kredit rumah, cicilan mobil, listrik, telepon, uang sekolah anak, kebutuhan mobil, dan asuransi. Sementara bagian istri adalah belanja logistik bulanan, pernak-pernik rumah, jajan, dan liburan akhir pekan dan pos tabungan. Dilihat dari jumlahnya, suami menanggung lebih banyak dana. Tapi istri juga punya peranan dalam kontribusi dana rumah tangga. Kalau ternyata istri yang memiliki pendapatan lebih besar, tentunya hal ini juga bisa dilakukan sebaliknya.
Mana yang terbaik? Hal ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan tentunya kesepakatan antara suami dan istri. Diskusikan hal ini dengan pasangan masing-masing, agar persoalan keuangan keluarga bukan lagi menjadi masalah dalam keluarga.
Kalau istri tidak bekerja? Bagaimana?
Ketiga contoh diatas merupakan pola alokasi dari pendapatan suami dan istri. Dimana suami dan istri bekerja dan menghasilkan pendapatan secara regular setiap bulannya. Bagaimana pula bila hanya suami atau istri yang bekerja? Sedangkan pasangan yang lainnya tinggal di rumah?
Bila hal ini yang menjadi pola keuangan di keluarga Anda tentunya akan sangat baik bila Anda dan pasangan Anda membicarakan tugas serta tanggung jawab masing-masing. Mungkin Anda sebagai suami karena bekerja yang berusaha memenuhi semua kebutuhan keluarga. Sedangkan istri yang tinggal di rumah bertanggung jawab dalam hal rumah tangga, mulai dari persoalan belanja regular bulanan sampai alokasi tabungan (dari pendapatan suami) untuk berbagai macam tujuan keuangan keluarga yang dimiliki. Dalam hal ini istri harusnya seperti manejer dalam sebuah perusahaan.
Dengan membagi tanggung jawab bersama, suami tidak lagi merasa lebih dibandingkan istri. Karena kedua individu dalam keluarga tersebut memiliki tanggung jawab masing-masing. Untuk itulah keterbukaan dan diskusi mengenai keuangan menjadi sangat dibutuhkan.
Tiga hal penting dalam mengelola keuangan bersama
Pertama, pembagian kerja sangatlah dibutuhkan dalam hal mengatur keuangan. Contoh singkatnya, siapa yang membayar semua kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Misalkan Anda sebagai istri yang harus membayarnya maka suami dalam hal ini harus mentransfer dana yang cukup setiap bulannya untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan keluarga.
Bila Anda memutuskan untuk mendelegasikan satu orang untuk membayar semua tagihan bulanan keluarga maka hal penting yang harus diperhatikan adalah kejujuran. Dimana Anda berdua haruslah terbuka satu dengan yang lain berkenaan dengan permasalahan uang. Jangan sampai bila Anda menggunakan rekening bersama dan salah satu dari Anda mengambil dana dalam jumlah besar dan tidak mengatakan kepada pasagan Anda. Begitu pasangan Anda membutuhkan untuk hal yang sangat penting ternyata dan yang tersedia tidak mencukupi.
Kedua, pengeluaran yang disepakati menjadi sangat vital. Anda berdua harus mencapai kata sepakat dalam merencanakan pengeluaran. Hal ini biasanya berkaitan dengan pengeluaran yang tidak tetap, misalkan keputusan untuk mengganti mobil dengan yang baru setelah beberapa tahun? Atau apa yang Anda berdua pikirkan berkenaan dengan liburan? Sebagai kesimpulan, Anda harus membicarakan dan bersepakat dalam kebutuhan yang harus dipenuhi, apa yang menjadi keinginan bersama dan apa yang dapat Anda penuhi.
Hal terakhir yang menjadi sangat penting adalah menabung. Dalam hal ini visi kedepan menjadi sangat penting. Dimana dengan tujuan yang Anda dan pasangan tentukan akan memberikan motivasi serta pemilihan strategi yang dapat membantu Anda mencapai tujuan masa depan yang dimiliki. Dengan begitu Anda juga akan melihat pentingnya pengalokasian dana saat ini dan dimulai saat ini juga.
Demikianlah ulasan singkat seputar uang dalam kaitannya dengan hubungan suami istri di dalam keluarga. Semoga memberikan masukan dan tambahan ilmu bagi Anda
1 comment November 1, 2007
KEKUATAN BAWAH SADAR
KEKUATAN BAWAH SADAR
Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
“Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena mati
sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi.”
– Andrew Ho –
Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan
mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada
pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut,
sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu.
Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik
atau perubahan nasib yang berarti.
Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang
kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang
dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan
tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka
diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan
hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak
melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita
berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan
bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah
sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2
cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.
Autosuggestion
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran
bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah
sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan
diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang
sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang
dinamakan autosuggestion.
Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,
melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap
obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah
sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang
ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah
digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat
untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah
sadar.
Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan
berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan
menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa
semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup
kita.
Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang
lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam.
Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-
kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-
budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.
Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal
yang positif saja.
- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan
kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat
dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun
berdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di
masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih
dahulu.
Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan
menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan
impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya
spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar
Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought
make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.”
Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam
pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang
berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga
tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya
tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan.
Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh
pikiran bawah sadar.
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada
manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri
kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam
memvisualisasikan impian, yaitu:
1. Mendefinisikan impian
Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan
impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian
seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun
tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah
kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan
akhirnya dapat meraih cita-cita.
2. Menentukan target waktu
Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan,
sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat.
Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak
segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the
best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang
terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi
yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.
3. Melakukan berulang-ulang
Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering
ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian
itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah
diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan
diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih
kreatif.
Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat
melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang
diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan
kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia.
Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang
divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar
bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri
kita pada suatu waktu.*
Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho
Add comment November 1, 2007
I love U Mom
I love U Mom
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA
Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak penat” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pencen. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya ada duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM
Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Aku tak biasa tinggal negara orang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktiviti kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
Add comment November 1, 2007
